SARIBERITA.ID, BOGOR — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut dirayakan dengan penuh suka cita dan semangat pantang menyerah oleh anak-anak berkebutuhan khusus di Kota Bogor, Jawa Barat. Dalam sorotan program Metro Siang, kemeriahan kemerdekaan ini terlihat sangat jelas dari antusiasme para siswa saat mengikuti rangkaian upacara bendera dan berbagai perlombaan tradisional.
Di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Bogor, ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan dan ketunaan tampak bersemangat mengenakan pakaian bernuansa merah putih. Mereka mengikuti lomba-lomba khas 17-an yang telah dimodifikasi secara khusus agar aman, nyaman, dan inklusif, seperti lomba memindahkan bendera, lomba estafet bola, hingga lomba balap kursi roda. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana terapi untuk melatih motorik, kemandirian, dan interaksi sosial para siswa.
Sri Handayani, Kepala Sekolah SLB Negeri Bogor, menjelaskan bahwa perayaan kemerdekaan ini merupakan agenda yang selalu dinantikan oleh anak-anak dan dirancang khusus untuk membangun kepercayaan diri mereka.
"Kami menyesuaikan seluruh jenis perlombaan dengan kemampuan fisik dan sensorik anak-anak, sehingga semua siswa bisa berpartisipasi tanpa terkecuali. Tujuannya bukan semata-mata mencari siapa yang paling cepat atau menjadi pemenang, tetapi untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan, keberanian, dan rasa cinta tanah air sejak dini. Melihat tawa dan keberanian mereka tampil hari ini, itulah makna kemerdekaan yang sesungguhnya bagi kami," ungkap Sri Handayani.
Acara perayaan kemerdekaan ini juga melibatkan peran aktif para orang tua dan guru pendamping. Keterlibatan ini menciptakan atmosfer kekeluargaan yang sangat hangat, sekaligus memberikan dukungan emosional yang besar bagi para siswa berkebutuhan khusus agar mereka merasa setara, berdaya, dan dihargai di tengah masyarakat.
Menanggapi kemeriahan tersebut, Budi Santoso, Perwakilan Orang Tua Siswa, menyampaikan rasa haru dan apresiasinya melihat semangat anak-anak luar biasa tersebut.
"Sebagai orang tua, jujur saya sangat terharu dan bangga melihat anak saya bisa ikut berlomba, bersosialisasi, dan tertawa lepas bersama teman-temannya. Momen 17 Agustus ini membuktikan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus ini juga memiliki semangat kemerdekaan dan nasionalisme yang sama besarnya. Kami sangat berterima kasih kepada pihak sekolah yang sudah memfasilitasi acara yang sangat inklusif dan ramah anak ini," tutur Budi Santoso.
Semarak perayaan HUT ke-81 RI di Bogor ini menjadi pesan kuat bagi masyarakat luas tentang pentingnya inklusivitas. Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan semarak perayaannya adalah milik semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali, termasuk bagi anak-anak istimewa yang juga merupakan tunas penerus bangsa.
[SB.102/CAHAYA]





0 Komentar