Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Dinasti Eropa Mengepung: Argentina Bertahan Di Tengah Sengitnya Fase Gugur Piala Dunia 2026


JAKARTA
- Ajang bergengsi Piala Dunia 2026 kian memanas. Memasuki fase krusial, dominasi tim-tim raksasa benua Eropa semakin terlihat nyata, seolah mengepung langkah sang juara bertahan, Argentina, dalam perburuan takhta tertinggi sepak bola dunia.

Hal tersebut tergambar dari lolosnya Timnas Prancis ke babak semifinal setelah sukses menekuk Maroko dengan skor meyakinkan 2-0 pada laga Senin (13/7) dini hari. Pengamat sepak bola nasional, Roni Pangemanan, menilai kemenangan tim berjuluk Les Bleus tersebut sangat layak dan menunjukkan kelas mereka sebagai kandidat kuat juara.

"Meski penguasaan bola terpantau cukup berimbang, Prancis tampil jauh lebih dominan dan agresif di sepertiga akhir lapangan dengan mencatatkan 22 tembakan dan 9 tembakan ke arah gawang (on target). Sebaliknya, performa Maroko justru antiklimaks karena hanya mampu melepaskan 5 tembakan sepanjang laga," ujar pria yang akrab disapa Bung Roni tersebut dalam keterangannya.

Langkah mulus Prancis ini diprediksi akan disusul oleh raksasa Eropa lainnya. Pada pertandingan selanjutnya, laga hidup mati akan tersaji antara Spanyol melawan Belgia. Skuad La Furia Roja dinilai sedikit lebih diunggulkan berkat rekor pertahanan mereka yang fantastis. Hingga menembus fase ini, Spanyol menjadi satu-satunya tim yang belum pernah kebobolan selama 609 menit bermain.

Solidnya lini belakang Spanyol yang dikawal Aymeric Laporte dan Pau Cubarsi, serta gemilangnya penampilan kiper Unai Simon, akan menjadi tembok kokoh bagi Belgia. Meski demikian, pelatih Belgia, Rudi Garcia, diyakini telah menyiapkan taktik khusus. Belgia diprediksi tidak akan terpancing bermain terbuka, melainkan mengandalkan serangan balik cepat (counter attack) dengan memanfaatkan rotasi pemain kunci seperti Kevin De Bruyne sebagai super-sub.

Di sisi bagan yang lain, sorotan tajam juga tertuju pada laga antara Inggris melawan tim penuh kejutan, Norwegia. Keberhasilan Erling Haaland dan kolega menyingkirkan favorit juara Brasil membuat tim Skandinavia ini akan tampil lepas tanpa beban.

Pengalaman Haaland dan Martin Odegaard yang merumput di Premier League menjadi modal berharga bagi Norwegia untuk membaca karakter permainan Inggris. Akan tetapi, mentalitas juara skuad The Three Lions yang dimotori kombinasi Harry Kane dan Jude Bellingham dinilai masih lebih superior.

Di tengah kepungan dinasti Eropa ini, Argentina selaku juara bertahan bersiap meladeni tantangan Swiss. Pasukan La Albiceleste asuhan Lionel Scaloni tetap menjadi unggulan utama berkat chemistry skuad yang masih sangat terjaga, di mana 17 pemain di antaranya merupakan alumni skuad juara di Qatar 2022 lalu.

"Meski Argentina sempat kesulitan saat menghadapi Tanjung Verde dan Mesir di laga sebelumnya, kedalaman skuad dan pengalaman mental juara mereka tidak bisa dianggap remeh. Mereka diprediksi kuat akan lolos mengalahkan Swiss," tambah Bung Roni.

Jika skenario di atas berjalan mulus, babak semifinal Piala Dunia 2026 berpotensi besar menjadi arena pertarungan klasik yang mempertemukan empat negara mantan juara dunia. Di titik itulah, dinasti Eropa yang diwakili Inggris, Spanyol, dan Prancis siap menjegal ambisi besar Argentina untuk mempertahankan gelar juaranya. [SB.04]***

Post a Comment

0 Comments

Sistem Pengarsipan Digital