SARIBERITA.ID – Komite Antiterorisme Nasional Rusia mengklaim telah berhasil menggagalkan puluhan upaya sabotase dan serangan teror yang menargetkan fasilitas transportasi serta energi di sepanjang tahun ini. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan keamanan dan ancaman yang menyasar infrastruktur strategis negara.
Perwakilan Pusat Informasi Komite Antiterorisme Nasional Rusia, Alexander Polyakov, mengungkapkan bahwa aparat keamanan telah sukses mencegah 49 aksi sabotase dan teror di fasilitas transportasi, serta 17 aksi serupa di sektor bahan bakar dan energi. Menurut Polyakov, ancaman-ancaman tersebut sebagian besar melibatkan penggunaan kendaraan udara tanpa awak atau drone, perekrutan warga negara Rusia, serta upaya penyusupan oleh kelompok sabotase.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB), Alexander Bortnikov, menyoroti bahwa situasi operasional saat ini terus berubah secara dinamis. Oleh karena itu, dibutuhkan peningkatan sistem perlindungan yang komprehensif terhadap berbagai fasilitas strategis, termasuk di sektor transportasi, energi, dan pembangkit listrik tenaga nuklir.
Lebih lanjut, Bortnikov memaparkan bahwa aparat Rusia telah menggagalkan tiga upaya penyusupan kelompok sabotase ke wilayah negaranya. Ia juga menyebutkan bahwa secara keseluruhan ada 66 aksi peledakan dan pembakaran terhadap fasilitas transportasi serta energi yang berhasil dicegah. Dari berbagai operasi pencegahan tersebut, aparat penegak hukum telah menahan sekitar 150 orang yang diduga kuat terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan aksi teror tersebut.
Merespons dinamika ancaman yang ada, pihak berwenang Rusia kini menilai bahwa peningkatan kemampuan sistem pertahanan untuk menghadapi ancaman drone serta perlindungan infrastruktur vital telah menjadi prioritas utama. Langkah tegas ini diambil untuk memastikan stabilitas dan keamanan nasional Rusia di tengah ancaman terorisme dan sabotase yang terus berkembang.[SB.104/Pebri]





0 Komentar