Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Polandia Borong 96 Helikopter Tempur Apache AS, Bertekad Bangun Militer Terkuat di Eropa


SARIBERITA.ID
– Pemerintah Polandia terus memantapkan langkahnya dalam memperkuat postur militer negara dengan menandatangani kesepakatan besar pembelian 96 unit helikopter tempur AH-64E Guardian dari Amerika Serikat. Nilai kesepakatan militer tersebut diperkirakan mencapai sekitar 10 miliar dolar AS.

Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, menyebut bahwa pembelian ini merupakan kontrak militer terbesar dalam sejarah negaranya. Ia menegaskan bahwa investasi berskala masif tersebut sangat diperlukan untuk membangun salah satu angkatan bersenjata paling modern di benua Eropa, sekaligus demi memperkuat sistem pertahanan di wilayah perbatasan Polandia.

Kesepakatan bersejarah yang ditandatangani pada Agustus 2024 tersebut tidak hanya berfokus pada pembelian unit helikopter saja, melainkan paket lengkap yang meliputi persenjataan, pengadaan suku cadang, program pelatihan personel, hingga dukungan logistik. Setelah seluruh armada Apache tersebut tiba, Polandia akan resmi menjadi salah satu operator helikopter Apache terbesar di dunia, tepat di belakang Amerika Serikat.

Sebagai bagian dari kesepakatan dan pengembangan industri pertahanan domestik, fasilitas WZL1 di wilayah Lodz juga akan dikembangkan menjadi pusat layanan dan pemeliharaan helikopter Apache terbesar di kawasan Eropa. Pusat layanan ini nantinya akan bertugas untuk mendukung kelancaran operasional armada militer tersebut.

Tusk menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk investasi ganda, yakni pada perusahaan lokal Polandia dan pada pembentukan militer yang modern. "Kita benar-benar sedang membangun tentara paling modern di Eropa yang mampu mempertahankan perbatasan kita. Ini sangat tak ternilai dan sepadan dengan semua biaya serta upaya kita," tegas Perdana Menteri Donald Tusk.

Pihak pemerintah Polandia juga menekankan bahwa dengan besarnya nilai investasi militer ke Amerika Serikat yang mencapai puluhan miliar dolar, Polandia kini bukan lagi berstatus sekadar sebagai klien pembeli senjata, melainkan telah bertransformasi menjadi mitra strategis yang penting.

Meski diiringi optimisme pemerintah, rencana pembelian alutsista bernilai fantastis ini nyatanya tak lepas dari kritik sejumlah analis pertahanan. Para ahli mempertanyakan tingkat efektivitas helikopter serang di medan pertempuran modern yang saat ini kian didominasi oleh drone, rudal pertahanan udara portabel (MANPADS), dan sistem persenjataan tanpa awak lainnya.

Para analis merujuk pada dinamika perang antara Rusia dan Ukraina, yang secara nyata menunjukkan bahwa helikopter tempur yang terbang rendah rentan menghadapi ancaman serius dari sistem pertahanan udara, drone FPV, hingga amunisi yang berkeliaran (loitering munition).

Meskipun mendapat kritikan, Pemerintah Polandia tetap teguh pada pendiriannya dan meyakini bahwa kehadiran armada AH-64E Apache akan menjadi elemen penting nan krusial dalam strategi pertahanan nasional demi merespons dinamika keamanan kawasan yang semakin meningkat.[SB.104/Pebri]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital