SARIBERITA.ID - Pemerintah Iran secara tegas menyatakan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka sepenuhnya untuk pelayaran sebelum Amerika Serikat (AS) menghentikan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Teheran menilai tindakan blokade yang dilakukan oleh Washington tersebut merupakan sebuah bentuk agresi.
Pernyataan ini ditekankan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei. Ia menegaskan bahwa selama Amerika Serikat masih terus melakukan pelanggaran, maka jaminan keamanan di salah satu jalur pelayaran paling krusial di dunia tersebut tidak dapat diberikan.
"Selama blokade laut Amerika berlanjut—yang menurut Resolusi 3314 Majelis Umum PBB merupakan tindakan agresi—serta selama pelanggaran-pelanggaran lain yang dilakukan oleh Amerika Serikat masih berlanjut, maka kondisi yang diperlukan untuk menyatakan Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran yang aman belum akan terpenuhi," ungkap Ismail Baghaei.
Menyikapi ketegangan ini, Pemerintah Iran sebelumnya telah menyodorkan sejumlah daftar tuntutan resmi kepada pihak Amerika Serikat sebagai syarat normalisasi situasi.
Dalam tuntutan tersebut, Teheran meminta agar AS segera mencabut blokade laut, menghentikan seluruh sanksi ekonomi yang menjerat negara tersebut, melepaskan aset-aset milik Iran yang selama ini dibekukan, serta menuntut Amerika Serikat untuk memberikan kompensasi atas tindakan agresi yang telah dilakukan.[SB.104/Pebri]





0 Komentar