SARIBERITA.ID, - Rasa ingin tahu dan antusiasme yang tinggi terpancar dari wajah puluhan anak-anak yang tergabung dalam program Reporter Cilik saat melakukan kunjungan edukasi ke fasilitas perakitan pesawat PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di Bandung. Kunjungan ini bukan sekadar jalan-jalan biasa, melainkan sebuah petualangan jurnalistik untuk mengenal lebih dekat industri kebanggaan bangsa di bidang kedirgantaraan.
Setibanya di kawasan pabrik, para wartawan cilik ini langsung disuguhi pemandangan megah hanggar tempat berbagai jenis pesawat dirakit. Mereka diajak berkeliling melihat langsung proses pembuatan pesawat terbang asli buatan Indonesia, seperti CN235, NC212i, dan pesawat perintis kebanggaan terbaru, N219 Nurtanio. Dengan buku catatan kecil dan alat perekam di tangan, anak-anak ini tak canggung melontarkan berbagai pertanyaan kritis nan polos layaknya jurnalis profesional kepada para teknisi dan insinyur di lapangan.
Mulai dari pertanyaan seputar berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk merakit badan pesawat, hingga pertanyaan imajinatif tentang bagaimana pesawat bisa bertahan menghadapi cuaca buruk di udara. Interaksi yang hangat ini menjembatani dunia teknologi penerbangan yang rumit menjadi sesuatu yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak. Melalui pengalaman langsung ini, wawasan mereka mengenai sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM) semakin terbuka lebar.
Menyambut baik kegiatan edukatif yang penuh semangat ini, Budi Santoso, Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan PT Dirgantara Indonesia, mengungkapkan rasa bangganya melihat tingginya ketertarikan generasi muda terhadap industri dirgantara nasional.
"Kami sangat senang dan selalu terbuka menerima kunjungan dari adik-adik Reporter Cilik. Rasa ingin tahu mereka yang luar biasa hari ini adalah modal utama bagi lahirnya para inovator di masa depan. Melalui kegiatan interaktif seperti ini, kami berharap dapat menanamkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap produk kedirgantaraan karya anak bangsa. Kami ingin memupuk mimpi mereka, agar kelak dari anak-anak ini lahir insinyur-insinyur hebat yang akan merancang dan menerbangkan pesawat-pesawat canggih Indonesia," jelas Budi Santoso.
Kunjungan yang penuh dengan nilai edukasi ini ditutup dengan sesi simulasi wawancara dan foto bersama dengan latar belakang armada pesawat buatan PTDI. Pengalaman sehari menjadi jurnalis cilik di hanggar pabrik pesawat ini tidak hanya memberikan ilmu baru yang berharga, tetapi juga berhasil menerbangkan imajinasi dan cita-cita mereka setinggi langit.
[SB.102/CAHAYA]





0 Komentar