SARIERITA.ID Bencana banjir bandang dahsyat menerjang wilayah Rasuwa, Nepal, yang berbatasan langsung dengan wilayah Tibet. Insiden mematikan ini mengakibatkan sedikitnya delapan orang tewas, sementara ratusan warga lainnya dilaporkan masih hilang dan dalam pencarian.
terjangan air bah mulai melanda kawasan Timure dan Syaresi (Syafru Besi) di distrik Rasuwa sekitar pukul 09.00 pagi waktu setempat.
Air deras yang berasal dari luapan Sungai Botekusi (Bhote Koshi) tersebut menerjang permukiman warga secara tiba-tiba dengan membawa berbagai material dan puing-puing reruntuhan. Terjangan arus yang sangat kuat menyebabkan kerusakan infrastruktur yang masif. Dilaporkan bahwa beberapa rumah tempat tinggal warga, jembatan penghubung, hingga proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di wilayah tersebut rusak parah dan tersapu oleh banjir.
Bencana ini tidak hanya berhenti di satu titik. Arus air yang deras terpantau terus bergerak memanjang ke arah hilir sungai, melewati wilayah Nuwakot hingga menuju kawasan Dhading.
Merespons kondisi darurat bencana ini, pemerintah dan militer setempat langsung mengambil tindakan cepat. Sejumlah helikopter militer telah diterjunkan ke lokasi terdampak untuk membantu proses evakuasi warga yang terjebak dan memaksimalkan operasi pencarian para korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti terjadinya banjir bandang yang datang secara tiba-tiba tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
Namun, berdasarkan keterangan dari Petugas Otoritas Setempat, tercatat bahwa intensitas curah hujan di wilayah Rasuwa pada saat kejadian sebenarnya tidak terlalu tinggi, dengan catatan maksimal hanya sekitar 7 milimeter dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Akibat anomali cuaca tersebut, muncul dugaan kuat bahwa banjir bandang dahsyat ini tidak dipicu oleh hujan, melainkan akibat adanya letusan atau jebolnya Danau Gletser (Glacial Lake Outburst Flood) yang berada di wilayah hulu pegunungan.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar