SARIBERITA.ID|Polda Metro Jaya saat ini tengah menyelidiki penemuan 995 pucuk senjata jenis airsoft gun di sebuah yayasan sekolah swasta yang berlokasi di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Penemuan ratusan senjata di lingkungan pendidikan ini memicu perhatian serius terkait keamanan dan keselamatan siswa.
Merespons kejadian ini, pihak Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang (YHIP) dengan tegas membantah narasi yang beredar bahwa temuan ratusan senjata tersebut berkaitan dengan konflik internal antar-pendiri yayasan.
Alfons, selaku Kuasa Hukum Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang, menegaskan bahwa keberadaan senjata-senjata tersebut bukan semata-mata karena konflik internal, melainkan sebuah pelanggaran hukum yang tidak dapat ditoleransi.
Alfons juga membantah spekulasi bahwa senjata tersebut bagian dari fasilitas sekolah. Ia menjelaskan bahwa sejak sekolah didirikan, tidak pernah ada ekstrakurikuler menembak maupun izin untuk menyimpan senjata di area sekolah.
"Konsen kami pada saat ini adalah ini kan sekolah, kepentingannya itu adalah untuk anak-anak atau the best interest of the child, bukan malah memasukkan senjata ke dalam sekolah," tegas Alfons.
Lebih lanjut, Alfons menyebutkan bahwa tidak ada konflik antar-pendiri yayasan pada saat ini. Pihak sekolah kini meminta pihak kepolisian untuk mengusut dan menangani kasus ini secara tegas karena sangat menyangkut keselamatan seluruh sivitas akademika sekolah.
Sementara itu, pihak kepolisian dari Polda Metro Jaya membenarkan adanya temuan barang-barang tersebut di lokasi dan tengah melakukan penyelidikan intensif terkait siapa pemilik sebenarnya dari ratusan senjata tersebut. Polisi juga menegaskan bahwa barang bukti yang diamankan bukanlah senjata api sungguhan.
"Kami sedang melakukan penyelidikan terhadap kepemilikan dari barang-barang tersebut. Dapat kami informasikan bahwa betul di lokasi tersebut ditemukan (senjata) sebagaimana teman-teman ketahui. Namun yang kami pastikan bahwa itu bukan senjata api," ungkap perwakilan dari Polda Metro Jaya.
Meskipun kepolisian telah memastikan bahwa 995 pucuk senjata tersebut merupakan airsoft gun dan bukan senjata api mematikan, keberadaan ratusan replika senjata di dalam lingkungan institusi pendidikan dinilai tetap menjadi sebuah ancaman serius yang harus segera diusut tuntas.[SB.101/Ran]





0 Komentar