Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Penegakan Hukum Karhutla Terus Berjalan, Polri Tetapkan 78 Tersangka dari 9 Polda


SARIBERITA.ID
– Indonesia kembali dihadapkan pada darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data terbaru, karhutla kini telah menyebar secara merata di sejumlah titik, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Tidak hanya menghanguskan puluhan ribu hektare lahan, bencana ini juga melumpuhkan aktivitas ekonomi, mengganggu mobilitas dan penerbangan, serta mengancam kesehatan jutaan warga.

Berdasarkan laporan kepolisian, bencana kabut asap yang ditimbulkan dari karhutla kini telah berdampak pada sekitar tiga juta warga di 37 kabupaten/kota yang tersebar di tujuh provinsi. Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pun dilaporkan melonjak drastis. Di Kalimantan Barat, misalnya, lebih dari 151 ribu orang telah terjangkit ISPA sejak awal Januari 2026.

Menanggapi hal ini, Polri terus melakukan upaya penegakan hukum yang tegas terhadap pihak-pihak yang menjadi dalang dari kebakaran tersebut. Hingga tanggal 25 Agustus, Polri telah menetapkan 78 orang sebagai tersangka dari sembilan Kepolisian Daerah (Polda) yang ada.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa proses penegakan hukum tidak hanya menyasar individu, melainkan juga korporasi.

"Polda Kalteng bersama Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri saat ini tengah melakukan proses penyelidikan intensif terhadap empat korporasi," ungkap Trunoyudo.

Trunoyudo menjelaskan bahwa kepolisian terus memantau titik api (hotspot) secara real-time melalui Command Center. Sejak Januari 2026, tercatat ada 56.072 potensi titik panas yang termonitor, dan dari jumlah tersebut, lebih dari 11 ribu di antaranya telah diverifikasi sebagai titik api (fire spot) aktif.

Dalam upaya pencegahan dan penanggulangan, Polri terus berkolaborasi dengan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, serta TNI. Kolaborasi ini mencakup upaya pemadaman di area kritis, seperti yang saat ini sedang berlangsung di sejumlah titik.

"Total lahan yang terbakar telah mencapai 64 ribu hektare. Sejauh ini, tim gabungan telah berhasil memadamkan 39.960 hektare atau sekitar 62 persen dari total lahan yang terbakar. Proses treatment seperti pendinginan dan pembasahan terus dilakukan secara intens," jelas Trunoyudo.

Sebagai langkah mitigasi di tengah cuaca ekstrem dan fenomena El Nino, Trunoyudo mengingatkan masyarakat akan pentingnya kesadaran bersama untuk melindungi lingkungan. Ia secara tegas menyampaikan pesan dari pemerintah dan Kapolri agar masyarakat dan korporasi tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar. Keselamatan dan kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil, harus menjadi prioritas utama.[SB.104/Pebri]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital