SARIBERITA.ID – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI turun langsung mengunjungi warga terdampak gempa bumi yang masih bertahan di posko pengungsian Desa Ranaka, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa siang.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar warga terdampak telah terpenuhi dengan baik, sekaligus memberikan pendampingan psikologis melalui sesi trauma healing.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi hadir didampingi oleh tokoh perlindungan anak Indonesia, Seto Mulyadi. Kedatangan rombongan disambut dengan antusias oleh para warga. Menteri PPPA menyempatkan diri untuk menyapa dan berinteraksi langsung dengan anak-anak di tenda pengungsian.
Langkah trauma healing ini dinilai sangat penting mengingat masih banyak anak-anak maupun warga dewasa yang merasa ketakutan untuk kembali ke rumah akibat trauma akan adanya gempa susulan.
Selain memberikan pendampingan psikologis, Kementerian PPPA juga mendistribusikan bantuan logistik. Bantuan ini difokuskan pada barang-barang kebutuhan spesifik untuk perempuan dan anak-anak yang kerap luput dari perhatian di tengah situasi darurat bencana.
Pemerintah pusat saat ini terus bergerak melakukan proses pemulihan pascagempa di wilayah NTT. Setiap kementerian didorong untuk berkolaborasi mulai dari mendata kerusakan rumah penduduk hingga memastikan logistik pengungsi tercukupi.
"Kami memberikan bantuan yang lebih spesifik untuk kebutuhan perempuan dan anak yang biasanya suka agak terlupa. Jadi, ini kami melengkapi saja apa yang sudah disiapkan oleh teman-teman dari kementerian atau lembaga lainnya," ungkap Arifatul Choiri Fauzi.
Menteri PPPA juga memberikan apresiasi atas sinergi lintas instansi yang berjalan dengan baik di lapangan. Ia mencontohkan langkah cepat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam membantu pemulihan dokumen penting milik warga.
"Tadi kita juga menyaksikan dari Kemendagri begitu 'gercep' membuatkan akta kelahiran, Kartu Keluarga (KK), dan juga KTP untuk warga yang mungkin dokumennya hilang atau rusak karena rumahnya terkena gempa," tambahnya.
Menurutnya, kolaborasi dan semangat gotong royong dari semua pihak pada situasi kebencanaan ini adalah instruksi langsung dari Presiden. Sinergi ini diharapkan mampu meringankan beban dan penderitaan warga terdampak di pengungsian.[SB.104/Pebri]




0 Komentar