SARIBERITA.ID, NUSA TENGGARA TIMUR — Pascabencana alam yang melanda sejumlah kawasan, aktivitas pendidikan di Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Sanga terpaksa harus beradaptasi dengan situasi yang ada. Akibat rusaknya sejumlah bangunan kelas dan fasilitas asrama, proses belajar mengajar kini dialihkan sepenuhnya ke tenda-tenda darurat yang didirikan di halaman kompleks pesantren.
Berdasarkan laporan dari program Selamat Pagi Indonesia, keterbatasan infrastruktur tidak menyurutkan tekad para santri untuk menuntut ilmu. Dengan beralaskan terpal dan tikar seadanya, puluhan santri tampak duduk rapi dan fokus mendengarkan penjelasan dari para ustadz. Kegiatan rutin seperti kajian kitab kuning, hafalan Al-Qur'an, hingga mata pelajaran umum tetap berjalan sesuai jadwal meskipun dalam kondisi serba terbatas.
Belajar di bawah tenda darurat tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Para santri dan pengajar harus berhadapan dengan suhu udara yang cukup terik di siang hari serta rasa waswas akan tampias air apabila hujan turun. Namun, pihak pengasuh pesantren terus memberikan motivasi dan pendampingan psikologis agar semangat belajar para santri tetap terjaga di tengah masa pemulihan pascabencana ini.
Pihak pengurus Ponpes Wali Sanga saat ini terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait penanganan pascabencana. Mereka sangat menantikan uluran tangan serta perhatian dari pemerintah daerah, lembaga amal, maupun donatur independen untuk mempercepat proses perbaikan fisik bangunan. Rehabilitasi infrastruktur pendidikan ini dinilai sangat krusial agar para santri dapat segera kembali belajar di ruang kelas yang aman, nyaman, dan memadai.
[SB.102/CAHAYA]





0 Komentar