SARIBERITA.ID - Badan Advokasi Hukum (BAHU) DPP Partai NasDem bersama Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) yang mengusung tema "Kemerdekaan Ialah Hak Segala Bangsa". Acara tersebut berlangsung di NasDem Tower, Jakarta, pada Rabu, 26 Agustus.
Diskusi ini membahas secara mendalam perjuangan Palestina dari perspektif kemanusiaan dan hukum internasional. Selain itu, forum ini juga menyoroti peran Indonesia dalam memberikan dukungan, sekaligus upaya menjaga optimisme di tengah panjangnya perjuangan yang dilalui oleh rakyat Palestina.
FGD ini turut menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya Abdal Fattah Alatari (Duta Besar Palestina untuk Indonesia) serta Hermawi Taslim (Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem).
Salah satu pokok bahasan utama dalam diskusi ini adalah bagaimana menyoroti ketangguhan masyarakat Palestina. Meski telah lama hidup dalam bayang-bayang situasi konflik, mereka tetap mampu mempertahankan optimisme untuk menentukan masa depannya sendiri (self-determination) dan meraih kemerdekaan.
Anisa Diva Picaa, selaku Perwakilan Badan Advokasi Hukum DPP Partai NasDem, menilai bahwa semangat juang tersebut merupakan pesan penting bagi masyarakat internasional untuk terus menjaga harapan, solidaritas, serta nilai-nilai kemanusiaan dalam mendukung Palestina.
"Tema FGD kita hari ini itu kemerdekaan ialah hak segala bangsa. Jadi di sini kita sebenarnya bukan lebih membahas kepada peperangannya itu sendiri atau masalah politiknya, tapi kita membahas mengenai humanity (kemanusiaan) dan positivity (optimisme)," ujar Anisa.
Anisa juga merujuk pada arahan dari Surya Paloh (Ketua Umum Partai NasDem) yang menyatakan bahwa di masa saat ini, hal terbaik yang bisa dijadikan sandaran adalah berpegang pada nilai-nilai yang positif.
Lebih lanjut, Anisa menceritakan kembali kisah haru sekaligus inspiratif yang dipaparkan oleh Dubes Abdal Fattah Alatari mengenai kondisi generasi muda di wilayah konflik tersebut.
"Yang disampaikan oleh His Excellency Abdal Fattah, beliau bercerita bahwa anak-anak di sana sedari kecil sudah terbiasa atau terdidik dalam kondisi di mana negara mereka selalu dalam keadaan perang. Namun, semangat mereka tidak pernah padam, mereka selalu punya optimisme untuk suatu hari mereka punya self-determination (hak menentukan nasib sendiri) yang di mana itu sebenarnya sudah tertulis di hukum internasional kita," jelas Anisa.
Kisah tentang ketangguhan rakyat Palestina tersebut, menurut Anisa, telah berhasil membangkitkan gairah dan semangat solidaritas bersama untuk terus mendampingi perjuangan kemerdekaan Palestina.SB.104/Pebri]




0 Komentar