Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi


SARIBERITA.ID
Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin dilaporkan mengalami kebakaran saat sedang berlayar di perairan Selat Lombok, tepatnya di perairan Pantai Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Insiden ini terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026, dini hari. Kapal nahas tersebut tengah melayani rute perjalanan dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok.

Berdasarkan laporan awal yang diterima dari Nahkoda Rescue Boat 220 Mataram, kebakaran diperkirakan mulai terjadi pada pukul 04.39 WITA. Sementara itu, Humas Kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wiswananda, menyebutkan bahwa laporan peristiwa kebakaran ini diperkirakan terjadi pada pukul 05.15 WITA dengan lokasi kejadian berada sekitar 16,84 nautical miles dari posisi RB220 Mataram.

Kepala Kantor SAR NTB, Muhammad Haryadi, mengonfirmasi insiden tersebut dan menyatakan bahwa pihak SAR langsung menggerakkan tim gabungan.

"Terkait dengan kronologis, kami menerima info hari ini pukul 04.39 WITA telah terjadi kebakaran kapal KMP Putri Yasmin. Pada pukul 06.30 WITA, kami menggerakkan satu buah kapal besar milik Kantor SAR Mataram menuju ke lokasi kejadian dan disusul oleh kapal milik TNI Angkatan Laut, yaitu KAL Janda," jelas Muhammad Haryadi.

Proses evakuasi melibatkan sejumlah armada penyelamat, termasuk kapal-kapal penumpang lain yang tengah melintas di lokasi. Salah satunya adalah KMP Portlink II yang langsung mengevakuasi sebagian penumpang ke arah Pelabuhan Padangbai, Bali. Selain KMP Portlink II, rencananya KMP Paramakalyani juga akan turut memberikan bantuan setelah menyelesaikan proses bongkar muat di Pelabuhan ASDP Lembar.

Dalam proses evakuasi ini, petugas menghadapi tantangan cukup berat di lapangan. Haryadi menyebutkan bahwa gelombang tinggi yang mencapai sekitar empat meter di lokasi sempat menyulitkan proses penyelamatan para korban dari laut. Kendati demikian, evakuasi berjalan lancar berkat kerja sama tim SAR gabungan. Para penumpang bertahan menggunakan jaket pelampung (life jacket) dan perahu karet (life raft) sebelum diangkat oleh tim penyelamat.

Terkait jumlah penumpang, Haryadi menjelaskan bahwa timnya masih memverifikasi data resmi dari manifes agen kapal.

"Di awal kami menerima laporan 140 atau 114 penumpang, namun informasi yang beredar menyebutkan 130 orang. Kalau kami melihat dari data lapangan di manifest itu 114, tapi ini akan kami yakinkan dan koordinasikan dengan pihak agen kapal," ungkapnya.

Berdasarkan data evakuasi sementara yang dikonfirmasi oleh Pusat Komando (Posko) SAR Gabungan, rincian penumpang yang telah diselamatkan antara lain

Kapal KMP Portlink II mengevakuasi sekitar 30 - 35 orang menuju Pelabuhan Padangbai.

Kapal TNI Angkatan Laut (KAL) berhasil mengevakuasi 17 orang.

Kapal Basarnas berhasil mengevakuasi 59 orang.

Hingga saat wawancara berlangsung, Muhammad Haryadi memastikan tidak ada laporan korban jiwa dalam musibah ini dan seluruh penumpang berhasil dievakuasi dari atas kapal yang terbakar. "Secara visual yang teramati, kami memastikan seluruh penumpang sudah tidak ada lagi di atas kapal. Sampai saat ini belum ada laporan meninggal dunia," tegas Haryadi.

Pihak SAR Gabungan saat ini telah mendirikan posko di Pelabuhan Padangbai, Bali, untuk mendata kondisi penumpang yang selamat sekaligus memastikan tidak ada satupun penumpang yang tertinggal atau hilang dalam insiden kebakaran KMP Putri Yasmin tersebut. Sementara itu, penyebab pasti terbakarnya kapal masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital