SARIBERITA.ID Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali melanda wilayah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kondisi lahan gambut yang sangat mudah terbakar serta tiupan angin kencang menjadi kendala utama bagi para petugas gabungan di lapangan dalam menjinakkan api.
salah satu titik api baru saja muncul pada malam hari di kawasan Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya. Titik kebakaran ini cukup mengkhawatirkan karena lokasinya sangat dekat dengan pemukiman, yakni hanya berjarak sekitar 10 hingga 15 meter dari rumah warga.
Meskipun api di atas permukaan tanah sudah tampak padam, asap putih masih terus mengepul dari dalam tanah. Hal ini merupakan karakteristik khas dari kebakaran di lahan gambut yang menjadi tantangan tersendiri bagi para pemadam kebakaran.
Terkait insiden tersebut, Nurul Zenita mewawancarai Prediensen, salah seorang warga yang tinggal tepat di dekat lokasi kebakaran. Prediensen menuturkan bahwa kejadian bermula pada malam hari saat ia sedang tidak berada di rumah.
"Kemarin pas saya enggak ada di sini, anak saya yang menelepon memberi tahu ada kebakaran. Saya suruh telepon pemadam, tapi dia tidak ada nomornya. Akhirnya keluarga yang rumahnya di sini yang menelepon pemadam," ungkap Prediensen.
Menurut penuturan Prediensen, petugas pemadam kebakaran memang merespons laporan tersebut, namun armada mereka tidak bisa menjangkau lokasi titik api secara langsung. Ia juga menambahkan bahwa kebakaran di area tempat tinggalnya itu bukanlah kejadian yang pertama kali.
"Kalau di titik ini sudah dua sampai tiga kali, tapi yang tahun-tahun dulunya. Kalau tahun dulu memang luas sampai ke sana semuanya, kalau tahun ini baru ini saja," jelas Prediensen. Untuk kebakaran yang baru terjadi semalam, Prediensen menyebut api padam dengan sendirinya meskipun tidak ada hujan yang turun di lokasi tersebut.
Lebih lanjut, Nurul Zenita melaporkan bahwa kemunculan api di Jekan Raya ini hanyalah satu dari banyaknya titik karhutla yang mengepung Kota Palangka Raya. Terhitung per 1 Juni 2026, tercatat setidaknya sudah ada sekitar 170 hektare lahan yang hangus terbakar di wilayah tersebut.
Berbagai upaya telah dikerahkan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat. Upaya penanggulangan yang dilakukan meliputi pemadaman dari jalur darat, water bombing (pengeboman air) menggunakan helikopter, hingga melaksanakan operasi modifikasi cuaca. Meski demikian, asap dari dalam lahan gambut masih sering muncul dan memerlukan penanganan ekstra.
News Anchor Valen dan Jason turut mengabarkan bahwa musibah kebakaran kawasan alam juga tengah terjadi di Jawa Timur. Memasuki hari ke-10, kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tercatat telah menghanguskan lahan seluas lebih dari 920 hektare.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar