Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Kebakaran Kawasan Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Menhut Andalkan Water Bombing dan Pasukan Darat


SARIBERITA.ID 
JAWA TIMUR – Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kian mengkhawatirkan. Hingga saat ini, kobaran api terus meluas dan tercatat telah menghanguskan lahan seluas 520 hektare.

Merespons kondisi tersebut, Menteri Kehutanan (Menhut) Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, turun langsung ke lokasi pada Minggu sore untuk meninjau upaya penanganan kebakaran di kawasan Bromo. Dalam kunjungannya, Menhut memastikan bahwa operasi pemadaman dari udara menggunakan tiga unit helikopter water bombing akan terus dilakukan secara intensif hingga seluruh titik api benar-benar padam.

Menurut Raja Juli Antoni, kondisi cuaca di lapangan menjadi salah satu faktor penentu efektivitas pemadaman dari udara. Oleh karena itu, operasi water bombing akan dimaksimalkan selama kondisi angin dan cuaca memungkinkan. Ia juga telah menginstruksikan pihak Balai Besar TNBTS untuk meningkatkan kesiapsiagaan penuh selama 24 jam guna memantau setiap titik yang masih mengeluarkan asap, agar bara api tidak kembali membesar.

Terkait dengan opsi rekayasa cuaca untuk mempercepat pemadaman, Menhut mengonfirmasi bahwa hal tersebut belum memungkinkan untuk dilakukan dalam waktu dekat.

"Secara teknokratik dihitung, hampir mustahil 10 hari ke depan ada operasi modifikasi cuaca (OMC). Jadi kita betul-betul mengandalkan water bombing dan pasukan darat," ungkap Raja Juli Antoni.

Guna mempercepat dan merapikan penanganan krisis ini, Menhut juga menyebutkan bahwa pemerintah telah membentuk sistem Incident Command atau Komando Insiden. Langkah ini diambil agar struktur koordinasi para petugas di lapangan, baik dalam memetakan tantangan maupun menyalurkan kebutuhan, dapat berjalan lebih terstruktur dan efisien.

Seiring dengan meluasnya dampak kebakaran dan demi mendukung kelancaran operasi pemadaman, Balai Besar TNBTS akhirnya memutuskan untuk menutup total akses masuk ke kawasan Gunung Bromo hingga batas waktu yang belum ditentukan. Kebijakan ini diberlakukan demi menjamin keselamatan wisatawan dan memberi ruang gerak bebas bagi tim pemadam. Pemerintah juga mengimbau keras masyarakat dan wisatawan untuk tidak memaksakan diri masuk ke kawasan yang terdampak hingga statusnya dinyatakan sepenuhnya aman.

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital