SARIBERITA.ID | Pasar modal Indonesia genap berusia 49 tahun pada tanggal 10 Agustus 2026. Sejak kembali diaktifkan pada 10 Agustus 1977, pasar modal Indonesia terus berkembang dan kini telah menjadi bagian penting dalam urat nadi perekonomian nasional.
Menandai usianya yang hampir mencapai lima dekade ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mematok visi besar dan memancang target kinerja ambisius hingga tahun 2030. Jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia menargetkan pasar modal Indonesia bisa masuk ke dalam 10 besar jajaran bursa terbesar di dunia.
Dalam penyampaiannya, Perwakilan Jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia menegaskan komitmen BEI untuk terus bertumbuh dengan dukungan empat pilar utama.
"Kami telah menetapkan goal statement, yaitu kami akan membawa Bursa Efek Indonesia menjadi bursa kelas dunia untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia dengan dukungan empat pilar. Kami juga telah menetapkan target Bursa Efek Indonesia pada tahun 2030, yang pertama adalah target kapitalisasi pasar menjadi Rp30.000 triliun," ungkap perwakilan Direksi BEI tersebut.
Target kapitalisasi pasar Rp30.000 triliun pada 2030 ini meningkat signifikan, atau naik dua kali lipat dari target kapitalisasi pasar pada tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp15.000 triliun.
Selain kapitalisasi pasar, BEI juga membidik berbagai target operasional lainnya pada tahun 2030, di antaranya, Perusahaan Tercatat (Emiten): Ditargetkan mencapai lebih dari 1.100 perusahaan (dibandingkan target tahun 2025 yang sebanyak 956 perusahaan), Jumlah Investor: Ditargetkan mencapai 35 juta investor pasar modal di tahun 2030. Angka ini diharapkan melonjak tajam dibandingkan tahun lalu dengan kenaikan sekitar 20,3 juta investor, Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH): Ditargetkan mampu menyentuh angka Rp31 triliun per hari, meningkat drastis dibandingkan catatan rata-rata harian tahun lalu yang berada di angka Rp18,1 triliun.
Untuk dapat merealisasikan berbagai target prestisius tersebut, BEI telah memetakan dan menetapkan empat sasaran strategis, yakni pertumbuhan bisnis transaksi, pengembangan bisnis non-transaksi, peningkatan kuantitas dan kualitas perusahaan tercatat, serta perluasan inklusivitas bagi para investor.[SB.101/Ran]





0 Komentar