Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Kebakaran Bromo Tengger Semeru Meluas, Kobaran Api Masuki Kawasan Wisata Seruni Point


SARIBERITA.ID 
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru kian memprihatinkan dan meluas. Siang ini, titik kobaran api dilaporkan telah merambah dan mulai memasuki kawasan wisata Seruni Point yang berada di wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

 kebakaran yang terjadi di kawasan konservasi tersebut belum berhasil dipadamkan 100 persen. Kobaran api beserta kepulan asap tebal masih terlihat jelas menyala di area lereng dan tebing yang berada tepat di bawah titik pandang wisata Seruni Point.

Kondisi ini sangat mengkhawatirkan mengingat Seruni Point merupakan salah satu destinasi wisata favorit bagi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berburu pemandangan matahari terbit (sunrise). Di kawasan tersebut terdapat berbagai fasilitas wisata dan fasilitas umum penting, mulai dari amfiteater, warung makan, musala, hingga pos tempat para pengemudi ojek wisata bersiaga. Pada hari-hari sebelumnya, kebakaran masih terpusat di lahan hutan yang jauh dari permukiman maupun area wisata, namun kini api sudah merambat naik sangat dekat dengan berbagai fasilitas publik tersebut.

sejak kebakaran pertama kali terjadi pada 3 Agustus lalu, luasan lahan yang terdampak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru telah menembus lebih dari 10,69 hektare. Kebakaran ini mulanya tersebar di 34 titik. Berkat upaya intensif, 33 titik api telah berhasil dipadamkan dan kini petugas memfokuskan seluruh tenaga pada satu titik tersisa yang sedang menyala di area Seruni Point.

Untuk mengatasi situasi krisis ini, ratusan petugas gabungan dari TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah dikerahkan ke lokasi. Para petugas dibagi menjadi dua tim utama. Tim pertama difokuskan berada di atas bukit untuk menyemprotkan air dan melakukan pembasahan area agar api tidak membakar fasilitas di Seruni Point. Sementara itu, tim kedua disiagakan penuh di area Padang Savana sebagai bentuk penyekatan agar api tidak semakin merembet ke area sabana yang mudah terbakar maupun ke permukiman penduduk.

Selain operasi darat, pemadaman lewat jalur udara juga digencarkan. Sebanyak tiga unit helikopter water bombing milik BNPB dikerahkan tanpa henti. Sejak pagi hari, helikopter tersebut telah melakukan belasan kali penyiraman dari udara yang difokuskan pada area Bukit Seruni Point. Pihak berwenang menargetkan proses pemadaman di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini bisa tuntas sepenuhnya pada keesokan harinya, yakni tanggal 14 Agustus.

Di sisi lain, ancaman karhutla juga masih membayangi wilayah lain di Indonesia. Kebakaran hutan dilaporkan masih terus berlanjut di wilayah Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Akibat kondisi yang belum kunjung mereda ini, status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya resmi diperpanjang hingga 8 September 2026.

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital