SARIBERITA.ID Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan Tengah berdampak buruk pada kualitas udara. Kabut asap pekat yang menyelimuti Kota Palangka Raya dilaporkan telah menyebabkan gangguan kesehatan di masyarakat, khususnya meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
kabut asap tebal sangat mengganggu aktivitas warga dan para pengguna jalan. Salah satu titik yang terdampak cukup parah terlihat di ruas Jalan Tjilik Riwut Kilometer 10. Menurut laporan, kondisi kabut asap mencapai puncaknya pada pagi hari dengan tingkat kepekatan yang sangat mengganggu jarak pandang dan pernapasan.
Dampak kesehatan dari kondisi udara yang memburuk ini sudah mulai terlihat secara signifikan. Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bukit Hindu di Palangka Raya, tren peningkatan pasien ISPA terus terjadi dari hari ke hari.
Sejak bulan Juni 2026, jumlah warga yang menderita ISPA dan berobat ke fasilitas kesehatan tersebut mengalami peningkatan dari yang sebelumnya berjumlah 340 orang, kini bertambah menjadi 354 orang. Peningkatan angka penderita ini menjadi peringatan akan bahaya yang lebih besar jika kebakaran hutan dan lahan tidak segera diatasi. Warga pun diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika terpaksa harus keluar rumah.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar