SARIBERITA.ID Serangan militer Israel kembali menyasar fasilitas sipil. Sebuah kamp pengungsian di wilayah Azzawaida, Gaza Tengah, luluh lantak setelah dihantam gempuran udara mematikan. Peristiwa nahas ini kembali menelan korban jiwa dari kalangan warga sipil Palestina.
Berdasarkan pantauan dari rekaman di lokasi kejadian, serangan udara tersebut memicu ledakan dahsyat yang menghasilkan bola api besar membumbung tinggi ke udara, disusul dengan kepulan asap hitam yang tebal menyelimuti kawasan pengungsian.
Dilaporkan sedikitnya satu orang tewas dan sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka akibat hantaman langsung di area padat penduduk tersebut.
Merespons kejadian ini, Tim Pertahanan Sipil Gaza langsung dikerahkan ke lokasi. Mereka berupaya keras memadamkan sisa-sisa kobaran api yang melahap tenda dan struktur bangunan sementara, di saat yang bersamaan para warga sekitar bergegas memeriksa puing-puing untuk mencari korban selamat maupun sisa harta benda.
Kamp pengungsian yang kini rata dengan tanah tersebut bukanlah fasilitas berskala besar, melainkan tempat berlindung mandiri yang didirikan dan dihuni oleh satu keluarga besar.
Salah seorang saksi mata sekaligus penyintas serangan di lokasi kejadian mengungkapkan rasa putus asanya terhadap kondisi teror yang terus berulang tanpa henti. Menurut kesaksiannya, pada pagi hari sebelum kamp dihancurkan, sempat terjadi serangan awal di dekat kamp yang menyasar seorang warga yang tengah melintas hingga tewas.
Tidak lama berselang setelah peringatan evakuasi yang sangat singkat, serangan susulan benar-benar menghancurkan seluruh area kamp.
"Kamp ini merupakan tempat bernaung bagi satu keluarga besar yang berisikan sekitar 100 jiwa. Kini semuanya hancur, dan kami semua kembali tercerai-berai, telantar di jalanan," ungkap penyintas tersebut.
Kehancuran kamp di Azzawaida ini semakin menambah panjang daftar panjang krisis kemanusiaan di Gaza, di mana para pengungsi secara terus-menerus harus kehilangan tempat berlindung mereka dan hidup dalam ancaman serangan mematikan setiap harinya.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar