SARIBERITA.ID — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri kabinet dan pejabat terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu malam. Pertemuan ini difokuskan pada pembahasan isu-isu strategis, terutama penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penanganan darurat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam rapat strategis tersebut, Presiden turut melibatkan Panglima TNI beserta para Kepala Staf Angkatan. Agenda utama yang dibahas adalah tindak lanjut instruksi Presiden mengenai percepatan distribusi bantuan logistik ke daerah-daerah yang terdampak bencana. Pemerintah memutuskan bahwa pengiriman logistik, khususnya untuk wilayah Kalimantan dan NTT, akan dikebut dengan menggunakan jalur udara.
Pemerintah juga memaparkan langkah konkret terkait penanggulangan karhutla di Kalimantan. Untuk mempercepat pemadaman api, pemerintah menambah kekuatan armada dengan mengerahkan 17 unit pesawat yang dikhususkan untuk operasi pemadaman menggunakan metode water bombing.
Selain intervensi dari udara, langkah penanganan di darat juga diperkuat. Pemerintah menerjunkan tambahan 1.500 personel yang dilengkapi dengan 200 unit pompa air dan pipa untuk mengatasi titik api yang sulit dijangkau, khususnya api yang menjalar di bawah permukaan lahan gambut.
Terkait musibah gempa bumi di NTT, Presiden Prabowo menyoroti pentingnya akselerasi proses rekonstruksi infrastruktur serta penanganan warga yang menjadi korban terdampak. Dalam arahan yang sama, Presiden menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi atas gerak cepat seluruh personel TNI dan Polri yang telah terjun langsung mengatasi berbagai persoalan di wilayah-wilayah krisis.
Secara terpisah, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengonfirmasi bahwa Kepala Negara akan meninjau langsung kondisi para korban bencana.
"Rencana (kunjungan) ke NTT sedang dipersiapkan untuk dalam waktu dekat, insyaallah pasti akan ke sana," ujar Prasetyo Hadi.
Sementara itu, upaya penyelamatan dan distribusi bantuan di lokasi terdampak terus berjalan meski menemui kendala geografis. Pihak kepolisian dari jajaran Polres dan Polsek setempat (Lombok Utara/NTB yang turut disiagakan) melaporkan bahwa pada malam harinya, tim aparat berhasil menembus wilayah-wilayah yang sangat terpencil. Proses evakuasi dan penyaluran bantuan tersebut harus melewati medan yang sangat berat dengan kontur jalan berbatu di sisi kanan dan kiri.SB.104/Pebri]




0 Komentar