Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Bukan Drama Korea: Penemuan 4 Jenazah di Pulau Jeju, Sersan Polisi Diduga Tutupi Kasus Orang Hilang


SARIBERITA.ID
Keindahan Pulau Jeju yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata favorit dunia, termasuk bagi warga Indonesia, kini diguncang oleh misteri rentetan kasus dugaan pembunuhan dan orang hilang. Serangkaian kasus ini menjadi sorotan internasional setelah terungkapnya penemuan empat jenazah yang diduga berkaitan dengan skandal penutupan kasus oleh oknum kepolisian setempat.

Skandal horor ini mulai terkuak dari penemuan jenazah seorang wanita bernama Jang Mi-ran (37 tahun) pada Senin, 24 Agustus lalu. Jenazahnya ditemukan tepat 104 hari setelah ia dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.

Integritas kepolisian Korea Selatan pun kini dipertanyakan setelah seorang oknum polisi, yakni Sersan Polisi berinisial Bu yang bertugas di Polsek Seobu, Jeju, diduga sengaja menutup kasus hilangnya Jang Mi-ran secara sepihak tanpa melakukan penyelidikan yang layak.

Berdasarkan laporan, Sersan Bu menutup kasus hilangnya wanita tersebut hanya dalam kurun waktu 2,5 jam setelah laporan dibuat. Kepada pihak keluarga korban, sersan polisi tersebut mengklaim bahwa dirinya sudah menghubungi Jang Mi-ran, dan berdalih bahwa korban tidak ingin keberadaannya diketahui oleh keluarganya.

Merasa tidak puas dan janggal dengan klaim tersebut, Keluarga Jang Mi-ran kemudian kembali membuat laporan orang hilang di ibukota Seoul. Dari sinilah kejanggalan semakin terungkap, karena pihak kepolisian di Seoul ternyata tidak menemukan catatan atau berkas laporan hilangnya Jang Mi-ran yang sebelumnya diklaim telah dibuat dan ditangani oleh Sersan Bu.

Merespons kejanggalan tersebut, operasi pencarian gabungan besar-besaran yang melibatkan 400 personel langsung digelar di Jeju pada 20 Agustus. Temuan dari pencarian ini sangat mencengangkan. Dalam waktu tiga hari, tim pencari menemukan total empat jenazah di kawasan Jeju, termasuk jenazah Jang Mi-ran.

Benang merah dari keempat jenazah tersebut sangat identik: keempat korban pernah dilaporkan hilang, dan seluruh kasusnya ditangani serta ditutup oleh Sersan Bu dengan modus operandi yang serupa.

Akibat skandal ini, Sersan Bu telah ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam kematian para korban. Selain itu, empat perwira polisi senior yang merupakan atasan oknum tersebut juga telah dicopot dari jabatannya dengan tuduhan kelalaian. Pasalnya, selama 17 bulan bertugas di Jeju, Sersan Bu diduga telah menangani hingga 298 laporan orang hilang, di mana sebagian besar kasus tersebut ditutup sepihak tanpa adanya persetujuan dari atasan.

Menanggapi krisis integritas kepolisian ini, Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, langsung turun tangan. Presiden Lee Jae-myung memerintahkan investigasi menyeluruh dan peninjauan ulang terhadap sistem penanganan kasus orang hilang di negaranya. Beliau juga memberikan sinyal kuat terkait pembentukan badan khusus guna mereformasi institusi Kepolisian Korea Selatan secara keseluruhan.

Hingga saat ini, Kepolisian Korea Selatan tengah bekerja keras menelusuri kembali ratusan kasus orang hilang yang pernah ditangani oleh Sersan Bu di Jeju, guna mengetahui keberadaan serta kondisi terkini dari orang-orang yang pernah dilaporkan hilang tersebut.

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital