Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Tiga Warga Venezuela Meninggal Akibat Hantavirus, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Penularan Antar Manusia


SARIBERITA.ID
– Pemerintah Venezuela mengonfirmasi tiga orang meninggal dunia akibat infeksi hantavirus di Negara Bagian Anzoategui. Kementerian Kesehatan Venezuela menyampaikan bahwa kasus tersebut diumumkan pada Selasa (21/7/2026) dan hingga kini belum ditemukan bukti ilmiah adanya penularan virus dari manusia ke manusia.

Hantavirus diketahui merupakan kelompok virus yang ditularkan melalui kontak dengan hewan pengerat, terutama melalui partikel dari urin, feses, atau air liur tikus yang terhirup di ruang tertutup. Otoritas kesehatan setempat mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di kawasan pertanian, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan virus tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Kesehatan Venezuela menjelaskan bahwa ketiga korban meninggal berasal dari wilayah Anzoategui. Meski demikian, pemerintah menegaskan belum ada indikasi penyebaran virus antarmanusia sehingga masyarakat diminta tidak panik dan tetap mengikuti anjuran kesehatan.

Selain tiga korban tersebut, pemerintah juga melaporkan dua petugas kesehatan di Negara Bagian Barinas meninggal dunia. Penyebab kematian keduanya masih dalam penyelidikan sehingga belum dapat dipastikan berkaitan dengan infeksi hantavirus. Pemerintah menegaskan kedua kejadian itu tidak saling berhubungan.

Kasus hantavirus kembali menjadi perhatian dunia setelah sebelumnya terjadi wabah di kapal pesiar Belanda MV Hondius pada Mei 2026. Dalam insiden itu, tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia dan sejumlah lainnya menjalani perawatan setelah diduga terpapar varian Andes hantavirus.

Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat (HHS) sebelumnya juga melaporkan seorang warga AS yang dievakuasi dari kapal tersebut mengalami gejala ringan hantavirus, sementara seorang lainnya dinyatakan positif terinfeksi varian Andes. Penyelidikan mengenai asal mula wabah itu masih terus dilakukan.

Hantavirus merupakan penyakit yang tergolong langka, namun dapat menyebabkan kondisi serius seperti Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) atau demam berdarah dengan sindrom ginjal, serta Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru. Karena itu, pencegahan melalui pengendalian populasi tikus dan menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko penularan.

Pemerintah Venezuela menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan mengerahkan tenaga kesehatan ke wilayah terdampak sebagai langkah antisipasi. Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala setelah melakukan kontak dengan lingkungan yang berpotensi terkontaminasi hewan pengerat. [SB.09/Pebrianti ]*

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital