SARIBERITA.ID| Gedung Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang terletak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dilanda musibah kebakaran hebat. Insiden nahas yang terjadi pada Kamis dini hari tersebut sontak mengejutkan warga sekitar dan menimbulkan kerugian material yang diprediksi tidak sedikit.
Amukan si jago merah dengan cepat membesar dan langsung menghanguskan nyaris seluruh ruangan penting yang ada di gedung pemerintahan tersebut. Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, kobaran api menyapu bersih area lantai satu dan lantai dua bangunan yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Karawang itu.
Fokus utama yang menjadi sorotan dan kekhawatiran dalam insiden kebakaran ini adalah ruang penyimpanan dokumen pertanahan yang juga ikut dilahap api. Banyaknya tumpukan kertas dan material lain yang sangat mudah terbakar di dalam ruangan membuat api dengan sangat cepat membesar dan merembet tak terkendali.
Merespons laporan darurat terjadinya kebakaran, pihak pemadam kebakaran setempat langsung bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara. Sebanyak delapan unit armada mobil pemadam kebakaran dikerahkan secara bersamaan ke lokasi untuk berupaya menjinakkan dan memadamkan kobaran api yang kian mengganas.
Kendati armada yang diturunkan cukup banyak, proses pemadaman nyatanya tidak berjalan dengan mudah bagi para petugas di lapangan. Besarnya kobaran api yang terus menyala, ditambah dengan sulitnya akses masuk menuju ke bagian dalam gedung, membuat para petugas pemadam kebakaran harus berjuang ekstra keras.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti yang memicu terjadinya kebakaran dahsyat di gedung BPN Karawang tersebut masih menjadi teka-teki. Petugas kepolisian setempat saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam dan olah tempat kejadian perkara guna mengungkap sumber awal munculnya titik api.
Insiden kebakaran ini dipastikan tidak hanya menyisakan kerusakan fisik yang sangat parah pada infrastruktur bangunan kantor BPN semata. Lebih dari itu, terbakarnya ruang penyimpanan berkas memunculkan kekhawatiran besar terhadap nasib ribuan arsip dan dokumen pertanahan krusial milik warga Karawang.
Menanggapi polemik dan kepanikan masyarakat terkait dokumen berharga mereka yang berpotensi hangus terbakar, pemerintah pusat pun langsung mengambil sikap. Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, angkat bicara untuk memberikan kepastian hukum dan menenangkan situasi.
Dalam keterangannya, Ossy Dermawan memastikan secara tegas bahwa seluruh berkas dan dokumen pertanahan milik warga yang terdampak kebakaran akan segera dipulihkan. Ia menjelaskan bahwa sistem kearsipan yang dimiliki oleh BPN saat ini sudah jauh lebih canggih dan tidak lagi hanya bergantung pada wujud dokumen fisik.
"Saat ini tidak hanya tersimpan dalam bentuk kertas, tentunya bisa kita cross check dengan sistem KKP kita, database komputer kita di pusat," ungkap Ossy Dermawan. Keberadaan sistem Komputerisasi Kegiatan Pertanahan (KKP) yang tersentralisasi ini menjadi instrumen penyelamatan utama bagi data kepemilikan tanah warga.
Lebih lanjut, Wakil Menteri ATR/BPN itu mengimbau secara khusus kepada seluruh masyarakat Karawang untuk tetap tenang menyikapi musibah ini. "Kami menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak panik, bahwa kami akan memastikan pemulihan dokumen-dokumen yang dimiliki masyarakat juga akan kami lakukan," tegasnya memastikan.
Kini, warga hanya bisa menanti proses pendataan dan pemulihan arsip yang dijanjikan oleh pemerintah pusat, seraya menunggu hasil investigasi resmi dari kepolisian. Proses pemulihan dokumen secara menyeluruh rencananya akan segera dikebut usai tahapan pemadaman, pendinginan, dan evakuasi lokasi dinyatakan selesai sepenuhnya.[SB.101/R]





0 Komentar