Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Kejutan di Pucuk Pimpinan PLN: Suroso Isnandar Resmi Jabat Dirut, Presiden Prabowo Instruksikan Transformasi Total


 SARIBERITA.ID| Perubahan besar kembali terjadi di jajaran puncak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor kelistrikan Tanah Air. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Rabu malam, 14 Oktober 2026, tampuk kepemimpinan tertinggi di PT PLN (Persero) resmi berganti tangan guna menyongsong babak baru tata kelola energi nasional.

Berdasarkan hasil keputusan RUPS tersebut, Suroso Isnandar secara resmi diangkat menempati posisi bergengsi sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero). Menariknya, selain memegang kendali utama perusahaan pelat merah tersebut, Suroso untuk sementara waktu juga dipastikan masih merangkap jabatan lamanya sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan hingga ada pejabat pengganti yang definitif.

Terpilihnya Suroso Isnandar sekaligus menandai berakhirnya masa bakti Dharmawan Prasojo sebagai orang nomor satu di perusahaan setrum negara tersebut. Dharmawan sendiri tercatat telah mengemban amanah sebagai Direktur Utama PLN selama hampir lima tahun lamanya, tepatnya sejak 6 Desember 2021, setelah sebelumnya ia juga sempat menjabat sebagai Wakil Direktur Utama sejak 23 Desember 2019.

Pergantian pucuk pimpinan ini rupanya telah diisyaratkan dengan kuat beberapa jam sebelum RUPS resmi diketok palu. Pada Rabu sore, Suroso Isnandar terpantau hadir menyambangi Istana Merdeka, Jakarta, untuk memenuhi panggilan dan melakukan pertemuan khusus dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Dalam pertemuan krusial di Istana Merdeka tersebut, Suroso tidak datang seorang diri untuk menghadap Kepala Negara. Ia hadir didampingi oleh Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, dan kemudian menggelar rapat strategis bersama dengan Presiden Prabowo Subianto serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, kemudian membeberkan isi dari pertemuan tingkat tinggi tersebut kepada publik secara gamblang. Menurut Rosan, Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi yang sangat tegas untuk mengamanatkan adanya percepatan transformasi secara menyeluruh di dalam tubuh manajemen operasional PT PLN (Persero).

"Kita juga diminta oleh Bapak Presiden agar transformasi di PLN ini, terutama dari segi bisnis modelnya itu untuk dibuat dan untuk segera dipaparkan kepada beliau untuk segera kita tindak lanjuti," ujar Rosan Roeslani saat menjelaskan arahan khusus dari Kepala Negara terkait perombakan sistem di PLN.

Transformasi menyeluruh yang diminta oleh Presiden tersebut mencakup banyak aspek fundamental demi memajukan ketahanan energi masa depan. Beberapa poin utama yang menjadi sorotan adalah pembenahan model bisnis, peningkatan tingkat efisiensi dan produktivitas, hingga target ambisius berupa akselerasi penggunaan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas masif mencapai 100 Gigawatt (GW).

Untuk mewujudkan visi transformasi dari Presiden tersebut, Rosan menegaskan bahwa pihak Danantara akan segera bergerak dan berkoordinasi secara intensif. "Nanti kami dari Danantara tentunya akan duduk dengan tim dari PLN agar transformasi ini bersama Bapak Presiden bisa dilakukan secara menyeluruh," tambah CEO Danantara tersebut.

Langkah pembenahan menyeluruh ini dinilai sangat mendesak dan rasional demi menjaga kesehatan finansial negara jangka panjang. Rosan meyakini bahwa efisiensi dan perbaikan produktivitas yang tepat sasaran di PLN nantinya akan berujung pada hal positif yang sangat signifikan, salah satunya adalah terbukanya peluang untuk mengurangi beban subsidi energi kelistrikan yang selama ini ditanggung berat oleh pemerintah.

Sementara itu, dari sisi operasional teknis di lapangan, Suroso Isnandar selaku Direktur Utama PLN yang baru langsung menyoroti tantangan peningkatan konsumsi listrik nasional. Ia menyadari sepenuhnya bahwa permintaan pasokan listrik yang terus melonjak merupakan sinyal membaiknya pertumbuhan ekonomi, namun hal itu mutlak harus diimbangi dengan keandalan perawatan infrastruktur ketenagalistrikan yang mumpuni.

Mengawali hari pertamanya di pucuk kepemimpinan, Suroso bahkan langsung mengevaluasi insiden gangguan listrik atau blackout yang baru-baru ini melanda wilayah Batam akibat masalah teknis pada komponen transformator. Ia menyampaikan permohonan maaf atas berkurangnya kualitas pelayanan tersebut dan memohon dukungan semua pihak agar PLN di bawah komandonya dapat segera meninjau ulang keandalan seluruh peralatan guna merespons tingginya permintaan listrik masyarakat secara optimal.[SB.101/R]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰