SARIBERITA.ID| Bank Indonesia (BI) kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan perekonomian berbasis Islam dengan menggelar Indonesia Syariah Economic Festival (ISEF) ke-13 pada tahun 2026. Perhelatan ekonomi dan keuangan syariah berskala besar ini diselenggarakan dengan penuh kemegahan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, dan sukses menjadi pusat perhatian publik maupun pelaku usaha.
Ajang bergengsi tingkat nasional hingga internasional ini tercatat menjadi salah satu perhelatan ekonomi syariah terbesar yang pernah digelar di Tanah Air. Kemegahan dan skala besar ISEF 2026 dibuktikan dengan pelibatan lebih dari 1.000 pelaku industri halal yang hadir memamerkan produk serta inovasi terbaik mereka kepada para pengunjung.
Tidak hanya melibatkan ribuan pelaku industri, Bank Indonesia juga menggandeng sekitar 1.200 mitra strategis dari berbagai sektor dan latar belakang. Ribuan mitra strategis ini berkolaborasi secara masif demi mencapai satu tujuan utama, yakni mendorong dan memastikan pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia dapat terus meroket secara berkelanjutan.
Pada penyelenggaraan tahun ini, ISEF 2026 mengusung tema besar yang sangat relevan dengan tantangan zaman modern. Tema yang diangkat berfokus pada upaya akselerasi atau percepatan pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah berkelanjutan, yang dicapai melalui kekuatan sinergi serta pemanfaatan transformasi digital di berbagai lini bisnis.
Guna merealisasikan visi besar tersebut, panitia penyelenggara telah menyusun tiga pilar kegiatan utama yang menjadi jantung dari agenda tahunan bergengsi ini. Ketiga rangkaian kegiatan tersebut meliputi Syariah Forum, Syariah Fair, serta Syariah Education and Literacy, yang seluruhnya dirancang untuk mengedukasi sekaligus menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, yang hadir langsung sebagai narasumber dalam perhelatan tersebut, memberikan pandangannya terkait makna di balik penyelenggaraan ISEF. Ia menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar ajang pameran semata, melainkan wujud nyata dari sebuah sinergi dan gotong royong lintas sektoral.
Menurut Destry Damayanti, sinergi yang terbangun kuat dalam ISEF 2026 merangkum kolaborasi erat yang terjalin antara pihak kementerian, berbagai lembaga negara, hingga elemen masyarakat di akar rumput. Komunitas pesantren dan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga turut diikutsertakan sebagai motor penggerak utama.
Lebih lanjut, ia menyoroti peran vital pemanfaatan teknologi masa kini dalam upaya memajukan sistem ekonomi. Melalui adopsi teknologi digital yang tepat guna, rangkaian kegiatan di ISEF diharapkan mampu mempercepat langkah ekspansi produk dan layanan ekonomi syariah, baik untuk mendominasi pasar domestik maupun merambah kancah global.
Destry Damayanti kemudian merinci betapa padat dan beragamnya rangkaian kegiatan interaktif yang disuguhkan dalam festival ekonomi tersebut. Para pengunjung, pelaku usaha, dan penggiat industri dapat langsung mengikuti berbagai seminar edukatif, lokakarya (workshop), peragaan busana, kegiatan business matching, hingga tabligh akbar yang terbuka untuk umum.
Kemeriahan dan besarnya skala ISEF 2026 ini juga dipastikan tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi bagi pemangku kepentingan dari dalam negeri. Acara ini secara khusus dirancang untuk mengombinasikan kekuatan semua pihak, termasuk mengundang partisipan dan delegasi dari luar negeri guna memperkuat jaringan keuangan internasional.
Di tengah berbagai pencapaian gemilang, Destry Damayanti juga memberikan catatan evaluasi yang penting, khususnya mengenai penetrasi sektor keuangan syariah di Indonesia. Ia mengungkapkan secara terbuka bahwa pengembangan dan literasi terkait sistem keuangan syariah ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang butuh perhatian serius dari seluruh elemen bangsa.
Meski masih menyisakan tantangan di sektor keuangan, ada kebanggaan luar biasa yang patut dirayakan pada sektor ekonomi syariah secara keseluruhan. Sang Gubernur Bank Indonesia mengungkapkan rasa syukurnya karena ekonomi syariah Indonesia kini berhasil menduduki peringkat keempat secara global, bahkan sukses bertengger kokoh di posisi nomor satu dunia untuk kategori modest fashion.[SB.101/R]





0 Komentar