Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Presiden Prabowo Subianto dan K.H. Abdul Hakim Mahfudz Hadiri Puncak Penutupan Muktamar ke-35 NU

 


SARIBERITA.ID - Puncak acara penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) diwarnai dengan momen istimewa. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) Nahdlatul Ulama pada Senin siang.

Penyerahan kartu keanggotaan tersebut dilakukan secara langsung di atas panggung oleh Ketua Umum PBNU Terpilih masa khidmah 2026-2031, K.H. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), dengan didampingi oleh Rais Aam PBNU, K.H. Miftachul Akhyar, di hadapan ribuan muktamirin yang memadati lokasi acara.

Pemberian KTA ini merupakan realisasi atas permintaan yang sempat disinggung oleh Presiden Prabowo Subianto saat berpidato pada acara pembukaan Muktamar ke-35 NU pada Kamis sebelumnya. Saat itu, Kepala Negara menyampaikan permintaannya di hadapan Ketua Umum PBNU periode 2021-2026, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

Dalam sambutannya usai menerima kartu tersebut, Presiden Prabowo menyatakan rasa syukur dan kebanggaannya, sekaligus menepati janjinya untuk hadir kembali di Jombang.

"Saya terkesan. Saya memenuhi janji saya karena saya dapat telepon beberapa hari yang lalu, berita dari Gus Yahya, bahwa kartu anggota sudah ada. Makanya saya datang, karena janji harus dipegang. Begitu saya dapat kabar, saya putuskan saya hadir," ungkap Presiden Prabowo Subianto disambut tepuk tangan riuh para hadirin.

Kepala Negara juga menyoroti status keanggotaan istimewa yang tercetak pada KTA NU miliknya.

"Terima kasih, ini kehormatan besar bagi saya. Dan ini di sini ada yang luar biasa lagi, di bawahnya disebut anggota seumur hidup. Ini luar biasa," tambahnya bangga. Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menegaskan kembali komitmennya terhadap sistem demokrasi yang dianut Indonesia sebagai sebuah negara besar.

Suasana penutupan muktamar semakin cair ketika Ketua Umum PBNU, K.H. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), memberikan sambutan balasan. Gus Kikin melempar guyonan segar terkait angka '8', merespons ketertarikan Presiden Prabowo terhadap angka delapan dan tiga belas.

Gus Kikin mengungkapkan kecocokan unsur angka delapan dalam perjalanan hidupnya dengan Presiden. "Saya juga nampaknya banyak kecocokan dengan Bapak, karena saya juga banyak unsur delapannya. Tanggal lahir saya 17, jumlahnya delapan. Bulannya juga 8, tahunnya juga 58. Dan saya kebetulan diamanahi menjadi pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng yang ke-8. Jadi rasanya enggak berlebihan saya nyocok-nyocokan ini," seloroh Gus Kikin yang sukses membuat Presiden Prabowo tersenyum lebar.

Momen keakraban ini menjadi penutup manis dari seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, sekaligus menegaskan eratnya sinergi antara ulama dan umara (pemerintah).SB.104/Pebri]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital