SARIBERITA.ID Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali mengalami erupsi pada Senin pagi, 31 Agustus 2026. Letusan tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 3.500 meter ke udara dan menyebabkan sejumlah wilayah terdampak hujan abu.
Aktivitas erupsi yang tercatat pada pukul 10.17 WIB ini membuat kendaraan, bangunan, dan jalanan tertutup material abu vulkanik yang cukup tebal. Masyarakat setempat diminta untuk segera menggunakan masker guna mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan debu yang menyebar di udara.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Armen Putra, membenarkan adanya aktivitas vulkanik tersebut. "Pada hari ini, Senin 31 Agustus 2026, aktivitas Sinabung terpantau dari pagi hari tadi, sekitar pukul 10.17 WIB terjadi erupsi dengan ketinggian kurang lebih 3.500 meter, dengan arah angin ke arah timur dan timur tenggara," ungkap Armen.
Armen menjelaskan, aktivitas Gunung Sinabung sejatinya sudah menunjukkan peningkatan dalam satu bulan terakhir. Kondisi inilah yang mendasari keputusan untuk menaikkan status gunung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak 13 Agustus lalu, serta memperluas radius bahaya. "Dari evaluasi kita memang harus dinaikkan seperti itu, dan terbukti tepat pada pagi hari ini terjadi erupsi," tegasnya.
Menghadapi potensi ancaman ini, pihak Pos Pengamatan bersama instansi terkait melarang keras adanya aktivitas di sekitar puncak gunung. Badan Geologi juga mengingatkan bahwa erupsi ini merupakan tahap awal yang berpotensi diikuti oleh aktivitas vulkanik yang lebih besar.
"Kami tetap mengimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi rekomendasi yang kita berikan, mematuhi arahan-arahan dari pemerintah daerah setempat, dan dari Satgas Sinabung sendiri. Untuk saat ini alangkah baiknya agar masyarakat tidak memasuki zona-zona merah atau KRB III yang sudah ditetapkan," tambah Armen Putra.
Di sisi lain, warga yang beraktivitas di sekitar lokasi terdampak mengaku pasrah namun berharap agar situasi segera membaik.
"Saya harap ini cepatlah berlalu, jangan lama, kasihan untuk masyarakat kecil," tutur salah seorang warga setempat yang terdampak hujan abu. Ia juga menambahkan harapannya terhadap perhatian pemerintah. "Harapannya kalau boleh ada bantuan dari Pemda khususnya, atau pemerintah pusat. Bagaimana caranya supaya masyarakat kecil ini terbantukan," pungkas warga tersebut.
Hingga saat ini, petugas pos pengamatan Gunung Api Sinabung menyatakan bahwa potensi bahaya masih terus dipantau secara ketat.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar