Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Erupsi Dahsyat Gunung Sinabung Setelah 5 Tahun, Warga Zona Merah Dievakuasi


SARIBERITA.ID
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali mengalami erupsi dahsyat setelah lima tahun terakhir tidak menunjukkan aktivitas letusan besar. Letusan ini seketika menyelimuti permukiman warga dengan hujan abu vulkanik dan memaksa aparat gabungan untuk bersiaga mengevakuasi warga dari kawasan zona merah.

Abu vulkanik pekat kini terpantau menutupi wilayah permukiman warga di Kabupaten Karo. Material letusan tampak menutupi atap rumah-rumah warga, jalanan utama, hingga kendaraan yang terparkir. Situasi ini memaksa masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker tebal demi mengantisipasi ancaman gangguan pernapasan.

Salah seorang warga yang terdampak membenarkan pekatnya hujan abu di wilayah mereka. "Lumayan tebal. Kita lihat mulai dari mobil-mobil, sepeda motor, (sampai) baju, putih semua," ungkap warga setempat di lokasi kejadian.

Melihat aktivitas vulkanik yang masih tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda, Pemerintah Daerah bersama aparat gabungan dari TNI dan Polri bergerak cepat mengevakuasi warga. Evakuasi difokuskan pada penduduk di Desa Payung dan Kuta Tengah, yang lokasinya masuk ke dalam kawasan zona merah.

Perwakilan aparat dan pemerintah setempat mengimbau warga untuk patuh pada arahan petugas. "Harus mengikuti rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Apabila situasi atau eskalasi menurun, tentunya yang bersangkutan (PVMBG) memberikan informasi. Harapan kami sih cepat (pulih), sehingga masyarakat bisa kembali bertani dan melakukan aktivitas sediakala," jelas aparat tersebut.

Sebagai informasi, erupsi kali ini merupakan letusan besar pertama dalam kurun waktu lima tahun terakhir, tepatnya sejak letusan besar yang terjadi pada Mei 2021 lalu. Pada erupsi kali ini, kolom abu letusan dilaporkan membumbung tinggi hingga 3.500 meter di atas puncak, dengan jangkauan sebaran abu meluas hingga radius 20 kilometer ke arah timur dan tenggara.

Peningkatan aktivitas vulkanik ini sebenarnya sudah dideteksi sejak jauh hari. Petugas Observatorium Gunung Sinabung mengonfirmasi hal tersebut. "Aktivitas Sinabung sendiri sudah mengalami peningkatan dalam satu bulan terakhir. Sehingga tepat pada tanggal 13 Agustus kemarin, radius rekomendasi kita dinaikkan," jelasnya.

Sejarah mencatat, Gunung Sinabung pertama kali meletus di era modern pada 27 Agustus 2010 setelah sempat "tertidur" selama kurang lebih 400 tahun. Sejak saat itu, fase erupsinya terus berulang dan bahkan menyebabkan sejumlah desa yang berada di kaki gunung tertimbun tumpukan material vulkanik.

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital