Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Menanti Aksi Destry Damayanti, Perempuan Pertama yang Menduduki Kursi Gubernur Bank Indonesia


SARIBERITA.ID
– Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang mengesahkan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) mendapatkan sambutan positif. Penetapan ini dinilai tidak hanya memberikan kepastian terkait keberlanjutan kepemimpinan bank sentral, tetapi juga menghadirkan jalan tengah yang dipandang aman bagi penjagaan stabilitas perekonomian dan pasar keuangan nasional.

Berdasarkan paparan dari Editorial METRO TV, Destry bukanlah sosok baru di dunia moneter Tanah Air. Pengalamannya di sektor perbankan, dunia akademis, dan terutama sebagai pejabat di internal Bank Indonesia telah membentuk kapasitasnya. Pelaku pasar pun relatif telah mengenal karakter dan cara pandang Destry, yang dinilai menjadi modal krusial.

Kondisi pasar keuangan saat ini sangat membutuhkan kepastian di tengah dinamika ekonomi global yang kompleks. Pergantian pucuk pimpinan bank sentral yang menghadirkan ketidakpastian bisa dengan cepat memengaruhi persepsi pasar, nilai tukar rupiah, arus modal, hingga ekspektasi inflasi. Destry dinilai menawarkan kesinambungan kebijakan sekaligus fleksibilitas untuk beradaptasi, terlebih ia telah teruji saat menavigasi masa krisis pandemi Covid-19.

Sejumlah ekonom juga memandang Destry Damayanti (Gubernur Bank Indonesia) sebagai figur yang kompeten, berpengalaman, dan memiliki independensi. Sebagai orang dalam BI, ia sangat memahami bagaimana kebijakan moneter dirumuskan, bagaimana komunikasi kebijakan dibangun, dan bagaimana menjaga kepercayaan pasar terhadap bank sentral.

Namun, di sinilah letak ujian sesungguhnya. Sebagai perempuan pertama yang menduduki posisi Gubernur BI, Destry dihadapkan pada tantangan besar untuk mengakomodasi arah kebijakan pemerintah tanpa harus kehilangan independensinya. Bank Indonesia diakui tidak boleh bekerja di ruang hampa; kebijakan moneter harus bersinggungan dengan kebijakan fiskal dan agenda pembangunan nasional.

Editorial METRO TV menekankan bahwa sinergi pemerintah dan BI memang sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan. Akan tetapi, sinergi tersebut harus tetap berlangsung di dalam koridor kewenangan masing-masing. Independensi bank sentral bukanlah tentang menjaga jarak dari pemerintah, melainkan kemampuan untuk mengambil keputusan secara mandiri yang berlandaskan pada mandat, data, dan pertimbangan profesional—sekalipun keputusan tersebut terkadang tidak sepenuhnya sejalan dengan kepentingan jangka pendek pemerintah maupun pasar.

Ke depan, Destry Damayanti dituntut untuk luwes namun tidak boleh kehilangan arah. Ia harus mampu menavigasi kebutuhan pertumbuhan ekonomi tanpa mengorbankan stabilitas harga, menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah tanpa mengabaikan momentum pemulihan ekonomi, dan merespons dinamika global dengan kebijakan yang kredibel.

Legitimasi politik yang telah diberikan oleh DPR RI kini harus segera diterjemahkan menjadi kepercayaan dari publik dan pasar. Hal ini harus dibuktikan melalui kebijakan-kebijakan bank sentral yang konsisten, terukur, transparan, dan akuntabel.

Kesuksesan Destry Damayanti (Gubernur Bank Indonesia) kelak tidak akan diukur dari seberapa jauh ia menuruti atau memenuhi harapan pemerintah serta pasar, melainkan pada seberapa kokoh kemampuannya menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan, sembari memastikan perekonomian Indonesia terus bertumbuh secara sehat di tengah ketidakpastian global. Publik kini menanti aksi dan pembuktiannya.[SB.104/Pebri]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital