Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

BKSDA Selamatkan Induk dan Anak Orangutan yang Terjebak Karhutla di Kotawaringin Timur


SARIBERITA.ID
Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan Tengah kian mengancam kelestarian satwa langka yang dilindungi. Seekor induk orangutan beserta anaknya dilaporkan terjebak di tengah kepungan asap dan api di kawasan lahan yang terbakar di Desa Telaga, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Keberadaan kedua satwa endemik Kalimantan tersebut pertama kali diketahui oleh anggota TNI yang sedang melakukan patroli rutin pemantauan Karhutla di sekitar lokasi kejadian. Menyadari adanya satwa yang terancam, petugas langsung berkoordinasi dengan pihak terkait.

Tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah II Kalimantan Tengah bersama pihak Orangutan Foundation International (OFI) segera merespons cepat dan terjun ke lokasi untuk melakukan operasi penyelamatan.

Proses evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Untuk memastikan keselamatan satwa dan tim di lapangan, petugas rescue terpaksa menembakkan peluru bius kepada sang induk orangutan agar evakuasi dapat berjalan lancar.

Perwakilan BKSDA Seksi Konservasi Wilayah II Pangkalan Bun membenarkan jalannya operasi evakuasi dramatis tersebut.

"Tim yang berada di kantor seksi Pangkalan Bun langsung bergerak bersama-sama dengan pihak OFI menuju ke lokasi. Malam harinya, alhamdulillah ternyata bukan hanya satu individu, melainkan dua individu orangutan (induk dan anak) yang berhasil kami selamatkan," terangnya saat memberikan keterangan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis sementara di lokasi, induk dan anak orangutan tersebut kondisinya terbilang stabil dan hanya mengalami gangguan pernapasan ringan akibat paparan kabut asap. Keduanya kemudian langsung dievakuasi menuju Kantor BKSDA Seksi Wilayah II Pangkalan Bun untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Terkait nasib kedua orangutan tersebut ke depannya, pihak BKSDA menegaskan akan melakukan observasi medis secara menyeluruh sebelum mengembalikannya ke habitat asal.

"Dari hasil penilaian tim dokter nanti baru bisa diputuskan. Misalkan orangutannya dinyatakan sehat, akan segera langsung dilepasliarkan. Wilayah pelepasliarannya biasanya ada dua, kalau tidak di Taman Nasional Tanjung Puting, bisa juga di Suaka Margasatwa Lamandau," pungkasnya.

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital