Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

12 Negara Bertanding di Turnamen Ordo World Nomad Games

 

SARIBERITA.ID, ASTANA — Ajang olahraga tradisional bertaraf internasional, World Nomad Games, kembali menyedot perhatian dunia. Pada perhelatan tahun ini, salah satu cabang olahraga tradisional yang paling dinantikan, yakni Ordo, secara resmi mempertandingkan atlet-atlet perwakilan dari 12 negara yang siap bersaing memperebutkan gelar juara.

Ordo, yang merupakan permainan tradisional kuno peninggalan peradaban bangsa nomaden di Asia Tengah, tidak hanya sekadar ajang adu ketangkasan fisik, tetapi juga sangat menguji strategi dan taktik para pemainnya. Permainan yang umumnya menggunakan tulang sendi domba (chuko) ini melambangkan perebutan wilayah kekuasaan militer di masa lampau dan sangat kental dengan nilai-nilai sejarah.

Meningkatnya jumlah partisipan negara pada cabang olahraga etnik ini dinilai sebagai sebuah pencapaian yang membanggakan bagi upaya pelestarian budaya dunia. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ruslan Mukanov, selaku Ketua Komite Penyelenggara Olahraga Etnik Internasional, saat meninjau langsung kesiapan arena pertandingan.

"Kehadiran atlet dari 12 negara di turnamen Ordo tahun ini membuktikan bahwa olahraga tradisional nomaden kini tidak lagi hanya milik masyarakat kawasan Asia Tengah semata, melainkan telah menjadi warisan budaya yang diakui dan diminati oleh komunitas global. Kami sangat bangga melihat negara-negara dari berbagai benua turut mengirimkan kontingen terbaik mereka untuk bertanding secara kompetitif dan sportif," ujar Ruslan Mukanov.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa ajang World Nomad Games pada dasarnya dirancang bukan sekadar untuk mencari siapa yang terkuat. Misi utamanya adalah sebagai wadah pemersatu bangsa-bangsa melalui diplomasi budaya dan olahraga. Oleh karena itu, seluruh fasilitas telah disiapkan dengan standar tinggi agar setiap peserta dapat bertanding dengan nyaman dan aman.

Persaingan di arena Ordo diprediksi akan terus berlangsung sengit hingga babak final mendatang. Gemuruh sorak-sorai penonton dan wisatawan yang hadir dari berbagai penjuru dunia turut menambah semarak pesta olahraga yang merayakan kejayaan tradisi masa lampau ini. [SB.102/CAHAYA]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital