Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Kebakaran Hutan Meluas: Gunung Lemongan dan Lahan Pasirian di Lumajang Turut Terbakar

 


SARIBERITA.ID Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, semakin meluas. Selain kebakaran yang melanda kawasan Gunung Semeru, titik api baru juga dilaporkan muncul di dua lokasi berbeda, yakni di kawasan hutan Gunung Lemongan dan area lahan di Kecamatan Pasirian pada Kamis dini hari.

Salah satu titik kebakaran baru yang cukup besar teramati di kawasan Gunung Lemongan, tepatnya di Desa Papringan, Kecamatan Kelakah, Lumajang. Kobaran api dilaporkan melahap area hutan lindung petak 2B.

Merespons munculnya titik api tersebut, tim petugas gabungan bersama warga setempat langsung turun tangan melakukan upaya pemadaman. Mereka bergotong royong menggunakan peralatan seadanya guna mencegah kobaran api merambat lebih luas. Meski api sempat berhasil dipadamkan, tebalnya tumpukan daun gugur dan ranting-ranting kering di lantai hutan memicu api kembali menyala.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, pada Kamis dini hari tercatat ada tiga lokasi kebakaran yang terjadi secara bersamaan:

  1. Kawasan Gunung Semeru (Kecamatan Senduro)

  2. Kawasan Gunung Lemongan (Kecamatan Kelakah)

  3. Lahan pertanian milik warga (Kecamatan Pasirian)

Hingga saat ini, pihak berwenang belum dapat memastikan total luasan kawasan hutan maupun lahan yang terdampak, mengingat kobaran api di ketiga lokasi tersebut dilaporkan belum padam sepenuhnya.

Petugas/Perwakilan BPBD di Lapangan membenarkan meluasnya titik Karhutla di wilayah Lumajang tersebut.

"Terkait dengan kejadian Karhutla sendiri, saat ini terdapat tiga titik lokasi. Yang pertama tadi di Ranupani (Semeru), yang kedua ada kebakaran lahan di Pasirian, dan yang ketiga ini adalah kebakaran hutan yang ada di Desa Papringan," jelasnya saat memberikan keterangan di lokasi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan kendala dan metode penanganan darurat yang tengah dilakukan oleh tim di lapangan.

"Untuk penanganan sementara ini, kita masih menggunakan alat-alat seadanya. Di antaranya menggunakan gepyok (alat pemukul api), jet shooter (pompa punggung), serta penyiraman manual. Ke depannya, kami juga akan membuat sekat bakar atau penyekatan agar api tidak semakin menjalar," tambahnya.

Tim gabungan terus bersiaga dan berupaya maksimal menekan titik api di tengah kondisi cuaca kering dan medan yang cukup menantang.

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital