Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Swasembada Energi, Presiden Prabowo Umumkan Penghematan Devisa Rp170 Triliun dari Setop Impor Solar


 SARIBERITA.ID| Pemerintah Indonesia mencatatkan pencapaian signifikan dalam sektor ketahanan energi nasional. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumumkan bahwa negara berhasil melakukan penghematan devisa hingga Rp170 triliun sebagai hasil dari realisasi program swasembada energi.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa janji swasembada energi kini mulai diwujudkan secara nyata, yang diawali dengan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar. Pencapaian ini merupakan langkah konkret dari upaya pemerintah dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan energi dari luar negeri.

"Janji swasembada energi sekarang sudah mulai kita wujudkan dengan pertama kali swasembada pada BBM jenis solar," ujar Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya.

Terwujudnya kemandirian energi di sektor ini didorong oleh keberhasilan Indonesia memproduksi bahan bakar diesel campuran berjenis B50 yang diproduksi dari kelapa sawit. Dengan kemampuan produksi dalam negeri ini, ketergantungan impor langsung terputus.

Presiden menegaskan bahwa kebijakan penghentian impor solar dari negara lain telah berlaku efektif sejak 1 Juli 2026. Dana dalam jumlah besar yang sebelumnya selalu dikeluarkan untuk membayar impor solar kini dapat ditahan di dalam negeri.

"Kita berhasil memproduksi diesel dengan B50 dari kelapa sawit sehingga mulai tahun ini, tepatnya mulai 1 Juli 2026, kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri. Kita berhasil menghemat devisa Rp170 triliun atau sekitar 9,5 miliar dolar Amerika yang tidak lagi harus kita kirim ke luar negeri," tegas Presiden.

Berkurangnya impor solar ini memberikan dampak langsung yang positif terhadap ketahanan devisa negara. Pemerintah meyakini bahwa dengan semakin sedikitnya produk bahan bakar yang diimpor, maka akan semakin kecil pula devisa yang tergerus, sehingga dana tersebut dapat dialihkan untuk kepentingan penguatan ekonomi domestik.[SB.101/r]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital