SARIBERITA.ID Situasi di Jalur Gaza hingga kini masih terus diwarnai oleh gelombang kekerasan. Sebuah serangan mematikan dari pasukan Israel dilaporkan kembali menghantam sebuah kamp pengungsian keluarga di kota Azwaida, Gaza Tengah, pada Minggu kemarin. Insiden ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan membuat ratusan warga sipil kembali kehilangan tempat berlindung.
Dalam tayangan Headline News yang dibawakan oleh Fatma Ayu, Pembawa Acara (Presenter) Metro TV, dilaporkan bahwa bola api berukuran besar dan kepulan asap tebal membumbung tinggi setelah bom menghantam kamp pengungsian tersebut.
Petugas pertahanan sipil setempat langsung berjuang memadamkan api, sementara warga yang selamat berusaha mencari korban atau sisa barang di balik puing-puing bangunan. Kamp pengungsian kecil tersebut diketahui selama ini menampung sekitar 100 orang yang berasal dari satu keluarga besar. Kini, tempat tersebut hancur total hingga memaksa warga kembali tercerai-berai dan terlunta-lunta di jalanan.
Terkait jumlah korban dalam insiden ini, Media Palestina (Sumber Laporan Kedaruratan) melaporkan bahwa rangkaian serangan dari pasukan Israel di Azwaida serta Kamp Nuseirat yang berada di dekatnya, telah menelan korban jiwa sedikitnya satu orang anak-anak dan melukai tujuh warga sipil lainnya.
Ironisnya, gempuran mematikan ini justru terjadi di tengah upaya diplomatik Washington yang terus mendorong rencana penataan ulang keamanan Gaza pascaperang.
Dalam perkembangan diplomasi tersebut, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Dewan Perdamaian telah mencapai sebuah kesepakatan. Kesepakatan itu berkaitan dengan pelucutan senjata kelompok bersenjata di wilayah tersebut yang akan dilakukan secara bertahap. Rencana ini kemudian akan dilanjutkan dengan langkah penarikan pasukan Israel, serta pengerahan pasukan stabilisasi internasional untuk menjaga keamanan di Gaza.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar