SARIBERITA.ID Kabut asap pekat menyelimuti wilayah Kota Nabire, Papua Tengah, akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di tengah musim kemarau panjang. Kondisi ini dilaporkan telah mengganggu berbagai aktivitas warga secara signifikan.
Bahkan, dampak dari kabut asap tersebut sempat melumpuhkan operasional penerbangan di Bandara Douw Aturure selama tiga hari terakhir. Kabut asap tebal diketahui sudah menyelimuti sejumlah wilayah di Nabire sejak pekan lalu. Kondisi ini membuat jarak pandang warga menurun drastis, di mana objek pada jarak 50 hingga 70 meter sudah sangat sulit untuk terlihat.
Kondisi karhutla ini dipicu oleh kemarau panjang yang membuat vegetasi mengering sehingga sangat mudah terbakar. Berdasarkan data pantauan BMKG, tercatat ada 113 titik api (hotspot) yang terdeteksi di wilayah Nabire.
Untuk menangani bencana ini, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang bersinergi bersama personel TNI dan Polri terus berjibaku memadamkan api. Upaya pemadaman kini difokuskan pada area-area yang mendekati permukiman penduduk. Beberapa lokasi yang menjadi fokus utama pemadaman antara lain adalah Kampung Waroki, Samusa, dan kawasan Wanggar di Nabire Barat.
Merespons kualitas udara yang kian memburuk dan membahayakan kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah langsung turun ke jalan untuk membagikan masker secara gratis kepada warga. Pembagian masker ini merupakan langkah cepat mitigasi untuk mengantisipasi risiko penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Dalam keterangannya, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus (melalui jajaran/perwakilannya yang turun di lapangan) menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan puluhan ribu masker untuk masyarakat yang terdampak.
"Kami dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah sedang membagikan kurang lebih 60.000 masker dalam rangka mencegah supaya tidak terjadi penyakit ISPA yang lebih besar lagi, karena beberapa hari ini udara di Nabire sungguh sangat tidak bersih," ujar perwakilan pihak Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah.
Warga Nabire diimbau untuk terus mengenakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah dan mengurangi aktivitas luar ruangan hingga kondisi udara dan jarak pandang berangsur-angsur normal.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar