SARIBERITA.ID| Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Mendag RI), Budi Santoso, menegaskan dukungan Indonesia terhadap pembentukan sistem perdagangan global yang adil, terbuka, transparan, dan berbasis aturan. Hal ini disampaikannya pada Pertemuan Menteri Perdagangan BRICS ke-16 yang diselenggarakan di Jaipur, India, pada tanggal 6 hingga 7 Agustus lalu.
Dalam pertemuan tersebut, para perwakilan negara membahas sejumlah isu strategis, di antaranya perdagangan multilateral, pembiayaan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), rantai nilai global, serta layanan digital lintas batas. Meski para peserta telah mencapai kesepakatan pada beberapa isu penting, pertemuan ini belum menghasilkan pernyataan bersama (joint statement).
Mendag Budi Santoso menjelaskan bahwa Indonesia berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Langkah-langkah yang ditekankan meliputi penguatan pembiayaan bagi UMKM, peningkatan ketahanan rantai pasok (supply chain), serta percepatan transformasi digital.
Lebih lanjut, pertemuan ini juga menyoroti perbedaan pandangan yang semakin melebar antara negara-negara BRICS dan Amerika Serikat terkait aturan perdagangan global. Negara-negara BRICS menyatakan dukungannya terhadap reformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Mereka menekankan pentingnya mempertahankan perlakuan khusus dan berbeda (Special and Differential Treatment) bagi negara-negara berkembang, serta menjaga mekanisme penyelesaian sengketa yang adil.
Saat ini, sejumlah negara anggota maupun mitra BRICS, seperti India, Brasil, dan Indonesia, juga tengah menghadapi tantangan dari langkah-langkah kebijakan tambahan tarif (bea masuk) yang diterapkan oleh Amerika Serikat.[SB.101/Ran]





0 Komentar