SARIBERITA.ID, Jakarta — Warga digegerkan dengan kabar penemuan ratusan pucuk senjata api (senpi) di dalam area sebuah kompleks sekolah pada Rabu pagi. Penemuan yang berawal dari laporan masyarakat tersebut memicu kehebohan sekaligus tanda tanya besar mengenai keamanan dan pengawasan lingkungan pendidikan. Pihak kepolisian langsung bergerak cepat untuk mengamankan lokasi dan menyelidiki asal-usul barang berbahaya tersebut.
Berdasarkan informasi awal, tim gabungan kepolisian menggeledah sebuah gudang tua yang berada di bagian belakang sekolah dan menemukan tumpukan peti. Di dalam peti-peti tersebut, ditemukan ratusan senjata yang diduga kuat merupakan kombinasi dari senjata api rakitan dan airsoft gun yang telah dimodifikasi menyerupai senjata mematikan.
Kombes Pol. Hendra Gunawan, selaku Kapolres Metro setempat, membenarkan adanya penggerebekan dan penyitaan barang bukti di lokasi kejadian.
"Kami menindaklanjuti laporan intelijen serta keluhan masyarakat terkait adanya aktivitas bongkar muat barang mencurigakan pada malam hari di sekitar area gudang yayasan pendidikan ini. Saat dilakukan pengecekan mendadak, anggota kami menemukan kurang lebih 120 pucuk senjata dari berbagai jenis. Saat ini, tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) sedang melakukan uji balistik untuk memastikan apakah senjata-senjata ini masih aktif. Kami juga tengah menelusuri jaringan dan pemilik barang-barang tersebut," ujar Hendra.
Menanggapi berita yang beredar luas di tengah masyarakat, pihak manajemen sekolah dengan tegas menampik tudingan bahwa institusi mereka terlibat dalam sindikat maupun praktik penyimpanan senjata api ilegal. Mereka mengklaim sama sekali tidak mengetahui perihal isi dari gudang tersebut.
Drs. Ahmad Hidayat, selaku Ketua Yayasan Pendidikan, memberikan klarifikasi resmi sekaligus membantah keras keterlibatan pihak sekolah dalam kasus penemuan senpi ini.
"Kami dari pihak yayasan maupun dewan guru sangat terkejut dengan penemuan ini dan kami membantah keras segala bentuk spekulasi keterlibatan sekolah. Gudang tempat ditemukannya barang tersebut memang berada di dalam sertifikat lahan kami, namun bangunan itu sudah dikontrakkan kepada pihak ketiga sejak dua tahun lalu. Kami sama sekali tidak tahu bahwa penyewa menggunakannya untuk menyimpan barang-barang terlarang. Kami pastikan kami akan sangat kooperatif dan membantu pihak kepolisian agar kasus ini terang benderang," tegas Ahmad.
Hingga berita ini diturunkan, lokasi gudang di area sekolah masih dijaga ketat oleh aparat kepolisian dan telah dipasangi garis polisi (police line). Meski sempat menimbulkan kepanikan, proses belajar mengajar dilaporkan tetap berjalan seperti biasa dengan pengawasan ekstra dari petugas keamanan sekolah dan aparat berwajib demi menjamin keselamatan seluruh siswa dan guru.
[SB.102/CAHAYA]





0 Komentar