SARIBERITA.ID, Kebijakan perluasan bebas visa yang agresif diterapkan oleh pemerintah Tiongkok terbukti sukses besar dalam memicu lonjakan luar biasa kedatangan wisatawan internasional pada tahun 2026. Langkah strategis dari pemerintah Tiongkok ini telah berhasil menghidupkan kembali industri pariwisatanya, menjadikan negara tersebut sebagai salah satu destinasi utama dunia yang dibanjiri jutaan pelancong.
Hanya pada paruh pertama tahun 2026 saja, tercatat lebih dari 17,8 juta warga negara asing berhasil memasuki wilayah Tiongkok tanpa menggunakan visa sama sekali. Angka fantastis ini menyumbang sekitar 77,7 persen dari total keseluruhan kedatangan warga negara asing, yang sekaligus menandai peningkatan tajam sebesar 30,6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Praktis, penggunaan visa kini mulai menjadi pengecualian, bukan lagi sebuah aturan baku bagi mayoritas pelancong.
Fenomena membeludaknya turis asing ini sangat didorong oleh beberapa faktor kebijakan utama yang memanjakan wisatawan:Ekspansi Negara Bebas Visa: Tiongkok kini memberlakukan fasilitas bebas visa masuk selama 30 hari secara unilateral bagi warga dari puluhan negara. Fasilitas ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti wisata, bisnis, hingga kunjungan keluarga.Fasilitas Transit 240 Jam: Tiongkok secara resmi mengizinkan warga dari 55 negara, termasuk Indonesia, untuk menikmati fasilitas transit bebas visa hingga 240 jam atau 10 hari berturut-turut.Kemudahan Akses dan Mobilitas: Kebijakan transit tersebut memungkinkan wisatawan masuk melalui 60 pelabuhan resmi dan bergerak leluasa di wilayah-wilayah provinsi yang telah ditentukan tanpa perlu mengajukan visa.Digitalisasi Imigrasi: Otoritas perbatasan secara konsisten mempercepat digitalisasi dokumen perjalanan dan memperluas jalur pemeriksaan pintar (smart clearance) untuk memangkas waktu antrean turis.
Dampak positif dari lonjakan ini sangat terasa, di mana pemesanan perjalanan inbound pada musim panas 2026 melonjak hingga ratusan persen dari berbagai negara. Kebijakan ini tidak hanya mendongkrak devisa pariwisata, tetapi juga berhasil menjaring profil wisatawan baru yang tertarik pada wisata teknologi dan industri.
"Perluasan kebijakan bebas visa hingga akhir tahun 2026 ini merupakan wujud nyata dari upaya pembukaan diri Tiongkok yang berstandar tinggi, serta bagian dari dorongan terpadu kami untuk memangkas berbagai hambatan perjalanan pengunjung internasional,"
[SB.102/CAHAYA]





0 Komentar