Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Presiden AS Donald Trump Bantah Isu Ancaman Keamanan Terkait Pergantian Pesawat Air Force One


 SARIBERITA.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan klarifikasi terkait isu pergantian pesawat kepresidenan yang dilakukannya dalam perjalanan pulang dari Inggris menuju Amerika Serikat, usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Turki.

Sebelumnya, beredar laporan dari sejumlah media di Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa Trump diduga berpindah pesawat secara rahasia melalui kendaraan katering saat berada di Ankara, Turki, karena adanya kekhawatiran perihal keamanan. Laporan tersebut juga menyoroti bahwa pada tahap awal perjalanan, Trump beserta sejumlah pejabat senior tidak terbang menggunakan pesawat yang sama dengan rombongan pers.

Dalam sesi tanya jawab bersama wartawan di dalam pesawat, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membantah keras bahwa pergantian pesawat tersebut disebabkan oleh adanya ancaman keamanan secara spesifik. Ia mengklarifikasi bahwa pergantian armada dilakukan murni karena pertimbangan posisi pesawat dan kondisi di pangkalan udara Inggris yang saat itu dipenuhi oleh banyak orang.

Ketika ditanya lebih lanjut oleh awak media mengenai rumor adanya ancaman kredibel dari pihak Iran terhadap Air Force One, Trump menanggapi dengan menyebut bahwa ancaman keamanan adalah hal yang biasa baginya. Ia merasa dirinya memang selalu menjadi incaran.

"Saya selalu mendapat ancaman, saya nomor satu dalam daftar mereka," ujar Trump kepada para wartawan.

Lebih lanjut, Trump juga memberikan tanggapan terkait adanya instruksi penutupan tirai jendela pesawat bagi para wartawan yang ikut dalam penerbangan tersebut. Menurutnya, langkah pencegahan tersebut kemungkinan memang berkaitan dengan kekhawatiran keamanan terhadap situasi luar yang dianggap berpotensi berbahaya.

Isu pergantian pesawat ini pertama kali mencuat dan menjadi perbincangan setelah dua media Amerika Serikat melaporkan adanya perubahan tak biasa dalam rencana perjalanan sang presiden. Kendati demikian, pihak Gedung Putih hingga saat ini belum merilis pernyataan resmi terkait laporan media tersebut.[SB.104/Pebri]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰