SARIBERITA.ID, Jakarta – Sektor perikanan budidaya kembali melahirkan sosok inspiratif dari kalangan generasi muda. Fikrang, seorang petambak udang milenial, sukses meraih penghargaan bergengsi Svarna Bhumi Award 2026 berkat dedikasi dan inovasinya dalam mengelola tambak udang yang berkelanjutan dan berbasis teknologi. Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa sektor akuakultur memiliki masa depan yang cerah jika dikelola dengan sentuhan modernisasi dan semangat anak muda.
Perjalanan Fikrang dalam merintis usahanya tentu tidak lepas dari berbagai rintangan. Berawal dari mengelola tambak berskala kecil, ia sempat dihadapkan pada tantangan klasik seperti fluktuasi kualitas air, cuaca ekstrem, hingga ancaman penyakit yang kerap membuat petambak merugi. Namun, alih-alih menyerah, Fikrang justru melakukan riset dan mulai mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) untuk memantau kualitas air secara real-time. Ia juga menerapkan sistem budidaya ramah lingkungan yang meminimalisir limbah buangan ke laut.
"Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh pemuda Indonesia yang mau turun langsung dan berkotor ria membangun sektor perikanan kita. Saya ingin membuktikan bahwa menjadi petambak itu adalah profesi yang keren, menjanjikan secara ekonomi, dan bisa dilakukan dengan cara-cara yang menjaga kelestarian alam," ungkap Fikrang dalam malam puncak penganugerahan tersebut.
Konsistensi Fikrang dalam meningkatkan produktivitas panen tanpa merusak ekosistem sekitarnya menjadikannya dinilai sangat layak menerima Svarna Bhumi Award 2026. Ajang ini sendiri merupakan bentuk apresiasi tertinggi bagi para tokoh dan inovator muda yang berkontribusi nyata dalam ketahanan pangan dan lingkungan di Tanah Air.
Ke depannya, Fikrang berharap prestasinya dapat memotivasi lebih banyak generasi milenial dan Gen Z untuk tidak ragu terjun ke dunia budidaya perikanan. Melalui komunitas petambak muda yang turut ia rintis, Fikrang berkomitmen untuk terus berbagi ilmu terkait manajemen tambak modern agar industri udang nasional semakin mandiri dan berdaya saing di pasar global.
[SB.102/CAHAYA]





0 Komentar