SARIBERITA.ID, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi telah mencoret 80 sekolah swasta elit dari daftar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah strategis ini diambil guna memastikan agar alokasi anggaran program prioritas pemerintah tersebut benar-benar tepat sasaran dan menjangkau siswa-siswi yang paling membutuhkan bantuan pemenuhan nutrisi harian.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa pengecualian terhadap puluhan sekolah swasta berstandar elit ini dilakukan setelah melalui proses verifikasi data dan evaluasi lapangan yang ketat. Menurutnya, siswa yang menempuh pendidikan di sekolah swasta elit umumnya berasal dari keluarga dengan status ekonomi menengah ke atas yang kebutuhan gizi hariannya sudah sangat terpenuhi oleh orang tua masing-masing.
"Kami harus memastikan bahwa setiap porsi dari program MBG ini diberikan kepada anak-anak kita yang memang rentan terhadap masalah kurang gizi dan stunting. Untuk 80 sekolah swasta elit yang sebelumnya sempat masuk ke dalam radar pendataan awal, kami putuskan untuk dicoret karena secara profil sosial ekonomi keluarganya sudah sangat mumpuni," ujar Dadan Hindayana.
Informasi mengenai evaluasi dan pencoretan daftar penerima ini sebelumnya juga menjadi sorotan tajam dalam program siaran Selamat Pagi Indonesia. Dalam ulasan pemberitaan tersebut, ditekankan bahwa efisiensi dan keakuratan sasaran anggaran MBG merupakan kunci utama agar kuota makanan bergizi ini dapat direalokasi ke sekolah-sekolah di wilayah pelosok, sekolah negeri, atau sekolah swasta pinggiran yang mayoritas peserta didiknya berasal dari keluarga prasejahtera.
Pemerintah menegaskan akan terus melakukan pembaruan data secara berkala. Dengan adanya penyaringan ketat semacam ini, diharapkan program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjadi sekadar rutinitas pembagian makanan, melainkan benar-benar menjadi instrumen yang efektif dalam mencetak generasi emas Indonesia yang sehat dan menuntaskan persoalan ketimpangan gizi di dunia pendidikan.
[SB.102/CAHAYA]





0 Komentar