Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Pascagempa Dahsyat Flores, Aparat Kepolisian Berhasil Tembus Tiga Wilayah Terisolir


SARIBERITA.ID
Pasca-bencana gempa bumi dahsyat yang mengguncang kawasan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus lalu, aparat kepolisian dari Polda NTT beserta jajaran Polres setempat akhirnya berhasil menembus sejumlah wilayah terisolir yang sebelumnya sangat sulit diakses akibat kerusakan infrastruktur.

Guncangan gempa yang kuat sebelumnya telah merusak banyak bangunan dan memutus akses jalan utama di beberapa titik. Kondisi ini sempat membuat sejumlah warga di pelosok desa kesulitan untuk mendapatkan bantuan logistik dan medis.

Salah satu wilayah yang terdampak parah adalah Desa Nitung di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka. Pada malam hari, aparat kepolisian akhirnya berhasil menembus wilayah yang berada di ujung Pulau Palue tersebut. Setibanya di lokasi, petugas langsung bergerak memantau kondisi warga, mendata korban terdampak, serta berpatroli mendatangi rumah-rumah yang mengalami kerusakan. Tercatat ada sekitar 2.018 jiwa yang terdampak gempa di desa ini.

Selain Desa Nitung, ada dua titik terisolir lainnya yang kini telah berhasil dibuka aksesnya. Kapolda NTT, Irjen Polisi Rudi Darmoko, dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa kepolisian bersama tim SAR gabungan terus berupaya maksimal untuk menjangkau titik-titik krisis tersebut.

"Ada lokasi yang sebelumnya masih terisolir. Pertama itu di Kecamatan Langgaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Alhamdulillah tadi subuh sekitar jam 04.00, Kapolres beserta tim bisa masuk ke lokasi tersebut setelah sebelumnya terisolir karena tertutup material longsor," ungkap Irjen Pol Rudi Darmoko.

Selain di Manggarai Timur, tim gabungan juga berhasil menembus Kecamatan Reo.

"Selanjutnya ada lagi lokasi di Reo, Kabupaten Manggarai, itu juga sebelumnya terisolir. Laporan dari Kapolres hari ini sudah bisa ditembus, dan petugas sudah memberikan bantuan serta mendirikan posko tanggap darurat dan tenda-tenda untuk menolong para korban di lokasi," tambah Irjen Pol Rudi Darmoko.

Saat ini, selain berfokus pada pembukaan akses jalan dan evakuasi, pihak kepolisian juga secara rutin menggelar patroli di kawasan permukiman. Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan harta benda warga dan rumah-rumah yang terpaksa ditinggalkan selama masa pengungsian. Distribusi bantuan logistik juga terus disiapkan, khususnya bagi warga terdampak yang mengungsi secara mandiri dan belum sempat masuk ke dalam data resmi pemerintah daerah. 

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital