SARIBERITA.ID, Manggarai Barat — Gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur pada pertengahan Agustus lalu telah menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas publik, termasuk instansi pendidikan di kawasan transmigrasi. Sebagai bentuk respons dan penanganan cepat, Menteri Transmigrasi (Mentrans) turun ke lapangan untuk meninjau langsung sekolah-sekolah yang terdampak bencana di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur pada hari Kamis (27/8).
Penyaluran Bantuan Rehabilitasi
Dalam liputan peninjauan yang disiarkan melalui program Metro Siang, Mentrans mengecek kondisi riil bangunan madrasah yang mengalami kerusakan. Guna mempercepat proses pemulihan infrastruktur pendidikan, Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mengambil langkah taktis dengan menyerahkan bantuan rehabilitasi:
Sinergi Pemerintah dan Masa Tanggap Darurat
Dalam kunjungannya, Mentrans menegaskan bahwa upaya pemulihan pascabencana tidak boleh sekadar berhenti pada perbaikan fisik bangunan, tetapi harus mampu menghidupkan kembali denyut pendidikan dan aktivitas sosial masyarakat setempat. Koordinasi intensif dengan berbagai kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah terus dimaksimalkan agar penanganan warga dan kawasan terdampak berjalan secara menyeluruh.
Sejalan dengan upaya Kementrans, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat juga telah memutuskan untuk memperpanjang masa tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari, terhitung hingga 12 September 2026. Perpanjangan status ini diberlakukan untuk memastikan penanganan dampak gempa bumi dapat berjalan optimal sekaligus mengantisipasi potensi risiko lanjutan di lapangan.
[SB.102/CAHAYA]





0 Komentar