SARIBERITA.ID Pulau kecil Palue, yang merupakan bagian dari tubuh Gunung Rokatenda di wilayah Sikka, Nusa Tenggara Timur, mengalami guncangan paling dahsyat akibat gempa yang melanda Flores. Posisi Pulau Palue tercatat sebagai daratan yang paling dekat dengan episentrum gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang pada 15 Agustus lalu.
Tim liputan Metro TV melakukan perjalanan menuju Pulau Palue untuk memantau langsung kondisi desa-desa yang sempat terisolasi akibat bencana ini. Perjalanan laut memakan waktu kurang lebih empat jam bertolak dari Pelabuhan Kewapante. Kedatangan tim jurnalistik ini berbarengan dengan rombongan penyalur bantuan yang terdiri dari personel TNI, POLRI, BNPB, dan berbagai lembaga masyarakat lainnya.
Tantangan pendistribusian bantuan cukup berat. Bantuan sementara masih terpusat di satu titik pendaratan karena akses jalan menuju desa-desa di pedalaman tertutup material longsor. Untuk mencapai Kampung Koa di Desa Rokirole, tim harus berkendara selama 20 menit dari pelabuhan, lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki selama 30 menit menembus medan yang tertutup longsoran batu besar dan tanah.
Kerusakan masif juga terlihat di Kampung Nitung. Hampir seluruh rumah penduduk hancur dan tidak bisa dihuni lagi. Fasilitas publik seperti bangunan sekolah juga mengalami rusak berat di berbagai sisi mulai dari depan, atap, hingga bagian belakang. Hingga hari ketiga pascagempa, warga masih mengais-ngais reruntuhan rumah mereka untuk menyelamatkan sisa-sisa harta benda dan pakaian yang masih bisa digunakan untuk bertahan hidup.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar