Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Melihat Indonesia - PAHLAWAN SEHAT DI UJUNG SELAT


 SARIBERITA.ID
, Jakarta — Akses kesehatan yang merata hingga ke pelosok negeri masih menjadi tantangan besar. Melalui potret kehidupan masyarakat pesisir yang terekam dalam tayangan Melihat Indonesia bertajuk "Pahlawan Sehat di Ujung Selat", tergambar jelas perjuangan luar biasa para tenaga medis yang mengabdi di wilayah kepulauan dan pesisir terluar Nusantara.

Mereka bukanlah pahlawan yang disorot kamera setiap hari, melainkan para dokter, mantri, dan bidan desa yang harus menerjang ombak dan melintasi lautan lepas demi memastikan kesehatan masyarakat pelosok terjamin. Kondisi geografis yang ekstrem, keterbatasan alat medis, hingga cuaca buruk menjadi rutinitas harian yang menuntut pengorbanan tinggi.

Fatmawati, seorang Bidan Desa yang bertugas di wilayah kepulauan tersebut, membagikan kisah perjuangannya. Ia menceritakan betapa beratnya medan yang harus ditempuh, terutama saat keadaan darurat mengharuskan pasien dirujuk ke rumah sakit di pulau utama.

"Tantangan terbesarnya adalah saat musim cuaca buruk atau gelombang pasang. Ombak bisa sangat tinggi, tetapi ketika ada warga yang sakit parah atau ibu yang mengalami komplikasi saat hendak melahirkan, kami tidak punya pilihan lain. Kami harus berangkat menerjang ombak menggunakan perahu nelayan seadanya demi menyelamatkan nyawa mereka," ungkap Fatmawati.

Ia menekankan bahwa panggilan kemanusiaan dan rasa tanggung jawab selalu berhasil mengalahkan rasa takut terhadap ganasnya alam. Selain kendala alam, keterbatasan pasokan listrik dan sarana medis di pos kesehatan desa juga membatasi ruang gerak mereka untuk memberikan tindakan darurat secara optimal.

Menanggapi realitas di lapangan tersebut, dr. Rahmat Hidayat selaku Kepala Puskesmas wilayah setempat membenarkan bahwa dedikasi para tenaga kesehatan di daerah pesisir sangatlah besar dan seringkali melampaui batas kewajiban tugas mereka.

"Rekan-rekan tenaga kesehatan di ujung selat ini adalah ujung tombak pelayanan medis yang sesungguhnya. Kami sangat berharap ada perhatian lebih terkait infrastruktur kesehatan daerah kepulauan. Adanya ambulans laut yang standar dan memadai, ketersediaan pasokan obat yang rutin, serta perbaikan fasilitas alat kesehatan di pustu (puskesmas pembantu) sangat krusial untuk menunjang kerja mereka di lapangan," jelas dr. Rahmat Hidayat.

Kisah para pahlawan sehat di ujung selat ini menjadi pengingat yang nyata bahwa di tengah kemajuan zaman, pemerataan akses kesehatan di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) masih membutuhkan aksi nyata. Harapan dan nyawa ribuan masyarakat pesisir kini masih banyak bergantung pada ketangguhan para tenaga medis yang tak pernah lelah menjaga asa kesehatan di ujung batas negeri.

[SB.102/CAHAYA]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital