SARIBERITA.ID| Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) terus mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk mengambil peran strategis dalam pusaran pertumbuhan investasi dan pembangunan industri berskala besar di wilayah tersebut.
Langkah ini dilakukan guna memastikan bahwa pesatnya pertumbuhan industri turut memberikan dampak dan manfaat ekonomi secara langsung bagi kesejahteraan masyarakat dan pelaku UMKM di Kaltara.
Upaya nyata tersebut diwujudkan melalui agenda "Temu Bisnis Terarah Sinergi Kaltara" yang diselenggarakan di Tanjung Selor pada hari Selasa. Kegiatan ini secara khusus mempertemukan para pelaku UMKM lokal dengan sejumlah pemangku kepentingan (stakeholder) yang berkaitan langsung dengan sektor industri dan investasi.
Pemprov Kaltara menilai, besarnya arus investasi dan pembangunan proyek industri di daerah wajib diikuti dengan keterlibatan UMKM lokal. Pemerintah berharap kebutuhan rantai pasok (supply chain) industri tidak terus-menerus didatangkan dari luar daerah, yang berpotensi membuat UMKM lokal hanya menjadi penonton di rumah sendiri.
Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, secara tegas mendorong para pelaku UMKM lokal untuk terus meningkatkan kapasitas, manajemen, dan kualitas produknya agar mampu bersaing dan memenuhi standar kebutuhan kawasan industri.
Sebagai bentuk komitmen nyata untuk membuka ruang bagi pengusaha daerah, Pemprov Kaltara secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) dan PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN). Penandatanganan ini bertujuan untuk memperluas dan mempermudah akses UMKM lokal dalam menyuplai berbagai kebutuhan industri di kawasan tersebut.
Dalam keterangannya, Gubernur Zainal mengapresiasi program kerja kolaboratif ini dan menyambut baik dukungan penuh dari sektor swasta.
"Saya bersyukur dan mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh jajaran, termasuk Pak Sekda, karena ini merupakan salah satu program kerja unggulan. Kita juga bersyukur ada dua perusahaan besar di Kalimantan Utara, yaitu KIPI dan PKN, yang sudah menyatakan siap membantu serta menerima UMKM lokal untuk masuk dan melakukan usaha di wilayah kerja mereka," ujar Zainal A. Paliwang.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan UMKM ini, diharapkan ekosistem perekonomian di Kalimantan Utara dapat tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan.[SB.101/r]





0 Komentar