KABARBERITA.ID Insiden kebakaran hebat melanda kilang minyak milik perusahaan pemerintah Libya di Zawia, kota yang dikenal sebagai pusat industri minyak utama di wilayah barat negara tersebut. Kebakaran ini terus berlanjut menyusul serangan pesawat nirawak atau drone yang menghantam kawasan itu.
Petugas pemadam kebakaran hingga kini masih terus berupaya keras untuk memadamkan kobaran api yang melahap fasilitas minyak tersebut. Berdasarkan keterangan resmi dari Badan Pertahanan Sipil Libya, api tercatat telah berkobar tanpa henti selama lebih dari 48 jam sejak insiden pertama kali terjadi.
Terkait dengan kapasitas yang terdampak, Pihak Perusahaan Minyak Pemerintah Libya menyebutkan bahwa tangki yang terbakar tersebut menyimpan sekitar 4,5 juta liter bensin. Akibat skala kebakaran yang sangat masif, pihak perusahaan langsung menetapkan status darurat pada tingkat tertinggi untuk menangani bencana ini dan mencegah rembetan api ke tangki lainnya.
Meski api berkobar sangat besar, Otoritas Kesehatan Libya menyatakan bahwa sejauh ini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka-luka akibat peristiwa tersebut.
Rangkaian serangan fasilitas vital ini kembali menyoroti rapuhnya situasi keamanan di negara kaya minyak itu. Libya terus dirundung kekacauan dan perpecahan internal sejak meletusnya pemberontakan pada tahun 2011 silam, yang kemudian memicu perang saudara dan menggulingkan diktator yang telah berkuasa lama, Moammar Khadafi.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar