Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Kemarau Ekstrem Landa Eropa, Sungai-sungai Surut hingga Munculkan Jembatan Romawi Kuno


SARIBERITA.ID
Musim kemarau ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Eropa telah menyebabkan debit air dan permukaan sungai-sungai utama turun secara drastis. Kondisi kekeringan ini tidak hanya melumpuhkan aktivitas pelayaran komersial, tetapi secara mengejutkan juga memunculkan kembali jejak-jejak sejarah yang selama ini terendam di dasar sungai.

Di Arnhem, Belanda, permukaan Sungai Rhine kini turun ke level yang sangat mengkhawatirkan. Fenomena ini membuat rumah-rumah terapung milik warga kini terdampar di dasar sungai yang mengering. Tepian sungai terlihat semakin meluas, dan posisi rumah-rumah apung yang tidak lagi sejajar ini mulai menimbulkan masalah drainase serta mengganggu aktivitas sehari-hari warga setempat.

Dampak yang lebih luas juga dirasakan pada sektor ekonomi dan logistik. Menurunnya debit air Sungai Rhine mengganggu aktivitas pelayaran secara signifikan. Kapal-kapal kargo berukuran besar kini sama sekali tidak bisa berlayar, sementara kapal-kapal berukuran kecil juga kesulitan melintas di sejumlah titik dangkal. Padahal, Sungai Rhine merupakan salah satu urat nadi dan jalur air komersial terpenting di daratan Eropa yang biasa digunakan untuk mengangkut bahan bakar, bahan kimia, hasil pertanian, hingga berbagai kargo antarpelabuhan utama.

Sementara itu, fenomena surutnya air sungai juga terjadi di Italia. Mengeringnya Sungai Tiber akibat berminggu-minggu dilanda cuaca panas tanpa hujan justru menyingkap sebuah penemuan bersejarah. Sisa-sisa jembatan Romawi kuno yang diperkirakan berusia 2.000 tahun kini kembali terlihat di permukaan.

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital