Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Kabut Asap Karhutla Selimuti Banjarbaru: 10 Penerbangan Terdampak, Sekolah Terapkan PJJ


SARIBERITA.ID
- Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang memicu kabut asap pekat terus berdampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat di Kalimantan Selatan, khususnya di wilayah Banjarbaru. Kabut asap tidak hanya mengganggu jarak pandang di jalan raya, tetapi juga melumpuhkan sebagian jadwal penerbangan dan memaksa sekolah mengalihkan aktivitas belajar mengajar.

Melaporkan langsung dari kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kontributor Metro TV, Elsa Pratiwi, menyampaikan bahwa operasional penerbangan sempat mengalami penundaan (delay) akibat memburuknya jarak pandang.

"Kemarin sempat diinformasikan bahwa ada 10 penerbangan yang terdampak, terdiri dari enam penerbangan keberangkatan dan empat kedatangan. Hal ini mengakibatkan sejumlah penumpang terpaksa menunggu beberapa jam," lapor Elsa.

Kondisi penundaan tersebut terjadi lantaran jarak pandang (visibility) di kawasan bandara turun drastis hingga menyentuh angka 200 meter, yang terjadi pada rentang pukul 06.00 hingga 07.00 pagi. Parahnya, paparan kabut asap bahkan sempat masuk ke dalam gedung terminal melalui celah-celah bangunan, sehingga menghambat kenyamanan dan proses keberangkatan para penumpang.

Selain sektor transportasi udara, sektor pendidikan juga turut mengambil langkah darurat. Pemerintah Kota Banjarbaru merespons kemunculan kabut asap dengan menerbitkan edaran Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

"Satuan pendidikan di Banjarbaru melaksanakan PJJ selama sepekan, dari tanggal 24 hingga 28 Agustus. Sementara itu, untuk wilayah Banjarmasin yang juga terdampak, aktivitas belajar di sekolah terpaksa dialihkan jamnya. Dari yang awalnya masuk pukul 07.30, sekarang diundur menjadi pukul 09.00 pagi," jelas Elsa.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ketebalan kabut asap ini bersifat fluktuatif. Pada siang hari, kepulan asap berangsur hilang dan aktivitas masyarakat serta lalu lintas kembali normal. Namun, kabut asap biasanya akan kembali muncul pada sore hari dan mencapai tingkat kepekatan tertinggi pada pukul 05.00 hingga 09.00 pagi.

Puluhan Ribu Titik Panas dan Lonjakan Kasus ISPA

Kondisi Karhutla di Kalimantan Selatan saat ini tergolong masif. Mengutip data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan, Elsa melaporkan bahwa jumlah titik panas (hotspot) telah mencapai belasan ribu.

"Tercatat titik hotspot berkisar di angka 12.791 titik, dengan jumlah kejadian Karhutla di Kalimantan Selatan sekitar 2.019 kasus. Luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 9.943 hektare," paparnya.

Dampak kesehatan dari bencana asap ini juga tak bisa diabaikan. Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dilaporkan melonjak drastis. Tercatat, kasus ISPA meningkat dari 5.319 kasus pada minggu ke-28 menjadi 8.458 kasus pada minggu ke-32.

Sebagai langkah penanggulangan, pemerintah pusat dan daerah telah mengerahkan berbagai bantuan ke titik-titik Karhutla. Bantuan tersebut meliputi penyediaan sejumlah pompa air untuk memadamkan api, penambahan unit operasi water bombing (bom air dari udara), serta pendistribusian masker kepada warga.

Untuk meminimalisir dampak kesehatan yang lebih parah, pemerintah juga telah mendirikan fasilitas "Rumah Oksigen" yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap.[SB.104/Pebri]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital