Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

ITSEC Cyber and AI Academy Resmi Diluncurkan [Zona Bisnis]

 

SARIBERITA.ID, Jakarta - Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang pesat menuntut ketersediaan sumber daya manusia yang mumpuni, terutama di sektor keamanan siber. Guna menjawab tantangan tersebut, perusahaan penyedia layanan keamanan siber, ITSEC Asia, secara resmi meluncurkan pusat pendidikan dan pelatihan terpadu yang diberi nama ITSEC Cyber and AI Academy.

Peluncuran akademi yang turut menjadi sorotan utama dalam program Zona Bisnis ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara tingginya kebutuhan industri dengan ketersediaan talenta ahli di bidang keamanan siber dan teknologi AI di Indonesia.

Budi Wibowo, selaku Presiden Direktur ITSEC Asia, menjelaskan bahwa inisiatif pembentukan akademi ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk berkontribusi secara langsung dalam membangun ekosistem digital yang aman, adaptif, dan tangguh di Tanah Air.

"Kita melihat bahwa ancaman siber saat ini semakin dinamis dan kompleks seiring dengan masifnya adopsi AI di berbagai sektor. Melalui peluncuran ITSEC Cyber and AI Academy, kami berkomitmen untuk mencetak talenta-talenta lokal yang tidak sekadar menguasai teori, tetapi juga dibekali keahlian praktis berstandar global guna melindungi infrastruktur digital perusahaan maupun negara," ungkap Budi Wibowo dalam sambutannya.

Lebih lanjut, akademi ini menawarkan kurikulum komprehensif yang dirancang secara khusus oleh para pakar dan praktisi industri. Materi pembelajarannya mencakup manajemen risiko siber, pengujian penetrasi sistem (penetration testing), hingga optimalisasi machine learning dan AI dalam mendeteksi serta memitigasi serangan siber secara otomatis.

Sementara itu, Kartika Sari, Direktur Pendidikan ITSEC Cyber and AI Academy, menambahkan bahwa metode pembelajaran yang akan diterapkan sangat berfokus pada simulasi hands-on dan penyelesaian studi kasus nyata yang sering terjadi di dunia bisnis.

"Kurikulum kami mendidik para peserta untuk memiliki pola pikir analitis dalam menghadapi insiden siber. Kami secara khusus mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan ke dalam modul praktik agar para peserta didik benar-benar siap dan relevan dengan lanskap ancaman siber masa depan yang kini banyak digerakkan oleh AI," jelas Kartika Sari.

Dengan peresmian akademi ini, diharapkan ekosistem industri teknologi di Indonesia dapat segera melahirkan generasi baru pakar keamanan siber dan ahli AI yang kompeten. Langkah ini diyakini akan memperkuat daya saing nasional di kancah internasional sekaligus memastikan proses transformasi digital di berbagai lini bisnis berjalan dengan aman dan lancar.

[SB.102/CAHAYA]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital